
Ilustrasi: 8 bahasa tubuh yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin “fake people”. (Pexels)
JawaPos.com – Menilai karakter seseorang sering kali bukan hanya melalui apa yang mereka katakan, tetapi juga melalui bahasa tubuh mereka. Banyak orang yang tampak terlihat ramah, tetapi terkadang ada sinyal nonverbal yang tidak mereka sadari justru menunjukkan bahwa mereka tidak tulus atau bahkan manipulatif.
Dalam psikologi, bahasa tubuh dapat memberikan petunjuk penting tentang niat dan perasaan seseorang yang mungkin tidak terlihat secara langsung dalam kata-kata mereka.
Maka dari itu, dalam artikel ini akan dibahas 8 bahasa tubuh yang secara halus menunjukkan bahwa seseorang mungkin termasuk ke dalam kategori “fake people” atau orang yang tidak tulus, menurut psikologi, yang dilansir dari laman Small Business Bonfire, Kamis (5/12).
1. Kontak mata yang berlebihan
Psikologi memberi tahu bahwa mempertahankan kontak mata sebanyak 50% hingga 70% dari waktu selama percakapan dianggap normal. Apa pun yang lebih dari itu, terutama jika terasa intens atau tidak nyaman, bisa jadi merupakan tanda seseorang mencoba untuk menutupi ketidaktulusannya.
Fake people sering kali menggunakan kontak mata yang berlebihan sebagai alat untuk meyakinkan orang lain tentang kejujuran mereka. Namun, perilaku berlebihan ini sebenarnya dapat dianggap tidak jujur dan manipulatif.
2. Senyum mereka tidak sampai ke mata
Senyum yang tulus itu senyum yang menyinari mata dan seluruh wajah. Namun, bagaimana dengan senyum orang yang berpura-pura? Senyum itu hanya ada di mulut dan tidak banyak yang terpancar dari mata.
Para psikolog menyebutnya sebagai “Duchenne Smile”, yang diambil dari nama dokter Prancis, Guillaume Duchenne. Ia menemukan bahwa kebahagiaan sejati melibatkan otot-otot yang mengendalikan mulut dan otot-otot yang mengendalikan mata.
3. Bahasa tubuh yang terlalu berlebihan
Jika bahasa tubuh seseorang terlalu bersemangat atau berlebihan, hal itu bisa menjadi tanda bahaya. Penelitian di bidang komunikasi nonverbal menemukan bahwa orang yang suka menipu cenderung menggunakan gerakan dan ekspresi yang lebih dramatis. Hal ini karena mereka mencoba meyakinkan, tidak hanya pada Anda, melainkan juga pada diri mereka sendiri, tentang keaslian kata-kata mereka.
4. Selalu memeriksa penampilan mereka
Semua orang ingin tampil rapi. Namun, jika seseorang terus-menerus memeriksa penampilannya atau membetulkan pakaiannya selama percakapan, itu bisa jadi pertanda ketidakjujuran.
Fake people sering kali lebih fokus pada bagaimana orang lain menilai mereka daripada interaksi yang terjadi. Mereka mengkhawatirkan tentang penampilan yang sempurna dan melakukan upaya ekstra untuk mempertahankan citra yang mereka yakini menarik bagi orang lain.
5. Sering menampilkan sosok yang sempurna

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
