Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 November 2024 | 23.26 WIB

5 Ciri Kepribadian ‘Silent Reader’ yang Jarang Nimbrung di Grup WA, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang ngobrol di grup WhatsApp. - Image

Ilustrasi orang yang ngobrol di grup WhatsApp.

JawaPos.com – Apakah Anda sering menemukan anggota grup WhatsApp (WA) yang hanya membaca tanpa pernah memberikan komentar? 

Mereka disebut sebagai silent reader, individu yang tetap berada di grup tetapi tidak pernah berpartisipasi dalam diskusi. Meski terlihat pasif, perilaku ini sebenarnya mencerminkan kepribadian tertentu yang menarik untuk dipelajari.

Menurut psikologi, perilaku ini bisa mencerminkan beberapa ciri kepribadian unik yang sering kali tidak disadari banyak orang. Fenomena silent reader ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan memiliki dasar psikologis yang cukup kompleks. 

Menurut para ahli, keputusan untuk tetap diam dalam grup sering kali didorong oleh kebutuhan emosional atau sosial tertentu. Apakah Anda penasaran untuk mengetahui lebih dalam akan fenomena ini? Simak artikel ini sampai akhir!

Apa Itu Silent Reader?

Silent reader adalah individu yang terlihat aktif secara pasif di grup WhatsApp. Mereka membaca setiap pesan, melihat foto atau video yang dikirim, bahkan menyimak diskusi mendalam, tetapi memilih untuk tidak memberikan respons apa pun. 

Keberadaan mereka kerap ditandai oleh centang biru tanpa balasan. Namun, mengapa seseorang memilih untuk menjadi silent reader?Baca Juga: Kadin Surabaya Minta Kenaikan PPN Harus Diikuti dengan Pemberian Insentif

Dilansir dari Independent, Minggu (24/11), inilah lima ciri kepribadian yang sering ditemukan pada silent reader di grup WhatsApp menurut perspektif psikologi.

Ciri Kepribadian Silent Reader Menurut Psikologi

1. Kebutuhan Akan Rasa Aman

Menurut Dr. Sarah Buglass, seorang pakar psikologi sosial dan siber, beberapa orang menjadi silent reader karena keinginan untuk merasa terhubung tanpa harus terlibat langsung. 

Grup WhatsApp memberikan rasa kebersamaan, tetapi pada saat yang sama, mereka merasa cemas untuk berpartisipasi secara aktif.

2. Takut Ketinggalan Informasi (Fear of Missing Out/FOMO)

Silent reader sering kali dipengaruhi oleh fear of missing out atau rasa takut tertinggal informasi penting. Mereka tetap berada di grup meskipun sudah tidak relevan dengan kehidupan mereka, hanya untuk memastikan mereka tidak melewatkan percakapan yang bisa berguna di masa depan.

3. Mereka Nyaman Melakukan Pengawasan Sosial

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore