Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2024 | 21.03 WIB

7 Makanan yang Cocok untuk Berbuka saat Lakukan Intermittent Fasting, Bantu Turunkan Berat Badan dengan Cepat

Ilustrasi 7 makanan yang cocok untuk berbuka puasa saat intermittent fasting. - Image

Ilustrasi 7 makanan yang cocok untuk berbuka puasa saat intermittent fasting.

JawaPos.com - Intermittent Fasting (IF) atau puasa berselang adalah jenis siklus makan yang mencakup fase makan dan puasa bergantian, yang lebih berfokus pada kapan makan daripada apa yang dimakan. Diet ini tidak perlu memperhatikan apa yang dimakan dan seberapa banyak.

Puasa berselang terbagi menjadi dua bagian, yaitu jendela puasa dan jendela makan. Meskipun kalian memastikan untuk makan atau tidak makan selama periode tersebut, transisi dari satu jendela ke jendela lain seringkali menjadi tantangan.

Jenis puasa berselang yang umum adalah metode 16-8, di mana orang berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam, atau pendekatan 5:2, di mana asupan kalori yang diminimalkan dilakukan dalam dua hari setiap minggu.

Dalam jurnal yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, secara umum, pola ini diyakini memungkinkan pengendalian berat badan secara umum, mencegah diabetes, dan meningkatkan penyembuhan diri.

Selama periode puasa, orang hanya dapat mengonsumsi minuman non kalori seperti air putih, kopi hitam, teh herbal, dan air soda biasa untuk tetap terhidrasi dan menahan rasa lapar. Alternatif ini memungkinkan tidak adanya asupan kalori, sehingga kondisi puasa tetap terjaga.

Saat harus membatalkan puasa, mengonsumsi makanan yang tepat dalam jumlah yang pas sangatlah penting. Mengonsumsi karbohidrat yang digoreng atau tidak sehat seringkali dapat memberikan efek yang kontraproduktif terhadap perjalanan penurunan berat badan.

Dilansir dari Health Shots, inilah 7 makanan yang cocok untuk berbuka puasa saat intermittent fasting.

1. Alpukat

Alpukat mengandung lemak dan serat yang sehat. Buah ini dapat membuat banyak orang merasa kenyang lebih lama dan mencegah konsumsi makanan berlebih.

Alpukat juga membantu mengendalikan kadar gula darah. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients menyatakan bahwa mengonsumsi alpukat secara rutin terbukti dapat mengurangi kenaikan berat badan pada orang dewasa.

Kalian dapat memasukkannya ke dalam diet dalam bentuk roti panggang alpukat, atau guacamole, yang merupakan saus serbaguna yang dapat dinikmati dengan sayuran atau digunakan sebagai topping untuk salad atau bahkan smoothie alpukat.

2. Telur

Memutuskan jendela puasa intermiten dengan telur adalah cara yang bagus untuk memulai periode makan. Telur adalah makanan yang kaya protein dan dapat membantu kalian merasa kenyang dan puas, sehingga mencegah makan berlebihan.

Telur juga dikenal rendah kalori dan membantu tubuh mengisi kembali jaringan yang hilang. Telur mampu meningkatkan rasa kenyang, sehingga mengurangi kemungkinan asupan makanan berlebihan.

Telur membantu menurunkan berat badan karena meningkatkan sintesis protein otot dan menurunkan massa lemak. Kalian dapat memulai jendela makan dengan telur orak-arik dengan sayuran seperti bayam atau paprika atau membuat telur rebus dan telur dadar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore