
Kebiasaan yang membunuh produktivitas menurut Psikologi
JawaPos.com – Berdasarkan psikologi, kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele ternyata bisa berdampak besar pada matinya produktivitas kamu. Rutinitas ini secara perlahan mengikis fokus dan efektivitas, membuat tingkat keaktifan menurun tanpa disadari.
Jika dibiarkan, dampaknya bisa menghambat kemajuan, mengacaukan pencapaian, dan menjauhkan dari tujuan yang ingin dicapai. Dengan memahami sisi psikologi di balik kebiasaan yang membunuh produktivitas, kamu bisa mulai memperbaiki pola keseharian demi kinerja yang lebih optimal.
Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (19/11), diterangkan bahwa terdapat sepuluh kebiasaan yang justru dapat membunuh produktivitas seseorang menurut Psikologi. Perlu diwaspadai jangan sampai terjadi pada diri.
1. Mitos multitasking
Mengerjakan banyak hal secara bersamaan ternyata adalah sebuah kesalahan fatal yang sering kita lakukan. Riset terbaru membuktikan bahwa otak manusia tidak dirancang untuk memproses beragam aktivitas dalam waktu yang sama.
Ketika kita memaksa untuk mengerjakan berbagai hal sekaligus, yang terjadi justru performa kita menurun drastis dan kesalahan yang dibuat semakin bertambah.
Membagi fokus dan konsentrasi hanya akan membuang-buang waktu dan energi yang seharusnya bisa digunakan secara lebih efektif. Yang terpenting adalah menyelesaikan satu pekerjaan dengan tuntas sebelum beralih ke tugas berikutnya.
2. Jeda istirahat yang terabaikan
Bekerja tanpa henti bukanlah cara yang bijak untuk meningkatkan produktivitas. Sebaliknya, tubuh dan pikiran kita butuh waktu untuk memulihkan energi secara berkala.
Mengambil jeda singkat seperti berjalan-jalan sebentar atau menikmati secangkir teh justru dapat meningkatkan kualitas kerja kita. Penelitian menunjukkan bahwa otak membutuhkan waktu istirahat untuk tetap optimal dalam bekerja.
3. Kesehatan fisik yang terlupakan
Kondisi tubuh yang prima memiliki kaitan erat dengan tingkat produktivitas seseorang. Dehidrasi ringan saja sudah dapat menurunkan konsentrasi dan kewaspadaan dalam bekerja.
Nutrisi yang tidak seimbang, kurang olahraga, dan tidur yang tidak cukup berdampak pada menurunnya fokus dan energi. Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik adalah investasi jangka panjang untuk produktivitas.
4. Perfeksionis yang menghambat
Keinginan untuk mencapai hasil sempurna justru bisa menjadi bumerang. Terlalu fokus pada detail kecil membuat waktu terbuang percuma dan menimbulkan stres yang tidak perlu.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
