
Ilustrasi berhadapan dengan pasangan NPD
JawaPos.com - Dalam sebuah hubungan, komunikasi yang sehat dan saling menghargai sangatlah penting. Namun, bagi mereka yang memiliki kecenderungan Narcissistic Personality Disorder (NPD), pola komunikasi seringkali digunakan untuk mengontrol dan meremehkan perasaan pasangan.
Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan melontarkan frasa-frasa yang membuat Anda meragukan diri sendiri dan mengabaikan perasaan yang Anda ungkapkan.
Frasa-frasa ini dapat membuat Anda merasa tidak berarti dan terjebak dalam hubungan yang merusak secara emosional. Untuk membantu Anda mengenali manipulasi tersebut, melansir Geediting, berikut adalah delapan frasa yang sering digunakan pasangan NPD untuk mengabaikan perasaan Anda.
1. "Kamu terlalu sensitif"
Frasa ini sering dilontarkan untuk membuat Anda merasa bahwa perasaan atau reaksi Anda berlebihan. Padahal, sebenarnya mereka mencoba menghindari tanggung jawab atas tindakan atau ucapan mereka yang mungkin melukai perasaan Anda.
2. "Saya hanya jujur"
Dengan berpura-pura "jujur," mereka mencoba membenarkan kata-kata kasar atau kritikan yang mereka lontarkan. Frasa ini membuat Anda merasa salah jika merespons secara emosional, seolah-olah kejujuran mereka harus diterima tanpa syarat.
3. "Kamu overthinking"
Frasa ini sering digunakan untuk menutup percakapan atau membuat Anda merasa bahwa kekhawatiran Anda tidak berdasar. Mereka ingin membuat Anda merasa bahwa yang Anda rasakan tidak penting dan hanya ada di pikiran Anda.
4. "Saya tidak ingat seperti itu"
Menggunakan frasa ini adalah bentuk gaslighting, yang bertujuan membuat Anda meragukan ingatan atau persepsi Anda sendiri. Mereka berharap Anda akhirnya merasa kebingungan dan kehilangan rasa percaya diri.
5. "Apa kamu tidak bisa bercanda?"
Dengan berpura-pura bercanda, mereka mencoba membuat Anda merasa bahwa reaksi Anda tidak sesuai. Mereka sering kali menggunakan frasa ini untuk menghindari konsekuensi dari kata-kata mereka yang sebenarnya melukai.
6. "Kamu selalu..." atau "Kamu tidak pernah..."
Pernyataan ini merupakan bentuk generalisasi yang ekstrem, di mana mereka menyudutkan Anda sebagai seseorang yang selalu salah atau tidak pernah berbuat benar. Hal ini dapat menghancurkan kepercayaan diri Anda dan membuat Anda merasa tidak berarti.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
