
Ilustrasi ayah dan anak.
JawaPos.com - Di era modern ini, pola parenting para orang tua sering kali terfokus pada teknologi dan perubahan sosial yang pesat.
Namun, ada banyak pelajaran berharga dari tahun 90-an yang tetap relevan untuk Anda praktikkan dalam membesarkan anak-anak hari ini.
Dilansir dari laman India Times pada Sabtu (2/11) berikut adalah delapan pelajaran parenting dari era tersebut yang bisa menginspirasi cara Anda membesarkan buah hati.
1. Ajak Bermain di Luar Ruangan
Pada tahun 90-an, anak-anak sering bermain di luar rumah, baik di taman, halaman, atau sekadar bermain bola di lapangan kosong.
Aktivitas ini bukan hanya membantu anak-anak berolahraga, tetapi juga memberi mereka ruang untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Dengan bermain di luar, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan motorik, meningkatkan kreativitas, dan bahkan mengasah kemampuan bersosialisasi mereka.
Sesekali, ajak anak Anda untuk keluar rumah, tinggalkan gadget, dan nikmati udara segar bersama.
2. Batasi Waktu Layar
Di tahun 90-an, waktu layar sangat terbatas, sebab TV, video game, atau komputer hanya dimainkan di waktu tertentu. Berbeda dengan sekarang, anak-anak sering kali terpapar layar dari pagi hingga malam.
Anda bisa menerapkan prinsip ini dengan membatasi waktu layar untuk anak-anak agar mereka lebih fokus pada kegiatan lain, seperti membaca buku, menggambar, atau bermain dengan mainan fisik. Batasi penggunaan gadget agar mereka bisa belajar mengelola waktu dengan lebih baik.
3. Hargai Nilai dari Komunitas dan Koneksi Sosial
Pada era 90-an, interaksi langsung dengan tetangga dan teman sebaya sangatlah penting. Orang tua biasanya mengenal keluarga di sekitar mereka, dan anak-anak merasa nyaman berinteraksi dengan lingkungan komunitas.
Anda bisa menerapkan hal ini dengan memperkenalkan anak-anak pada lingkungan sekitar atau mengajak mereka bertemu dengan teman-teman dan keluarga. Hal ini penting untuk mengembangkan rasa empati dan kemampuan berkomunikasi yang lebih baik.
4. Dorong Kemandirian
Anak-anak di tahun 90-an sering kali diberi kebebasan untuk mencoba hal-hal baru dan belajar dari kesalahan. Dengan memberi mereka kepercayaan untuk melakukan tugas sederhana, anak-anak bisa mengembangkan rasa percaya diri dan tanggung jawab.
Anda bisa mulai dari hal kecil, seperti membiarkan anak-anak merapikan mainannya sendiri atau membantu dalam pekerjaan rumah tangga. Kemandirian ini akan sangat berharga saat mereka tumbuh dewasa.
5. Utamakan Komunikasi
Di era 90-an, komunikasi tatap muka menjadi andalan untuk membangun hubungan keluarga yang hangat. Ajarkan anak Anda untuk berbicara secara terbuka tentang perasaan dan pendapat mereka.
Dengan cara ini, mereka akan merasa didengar dan dipahami, serta belajar mengutarakan pikiran mereka secara bijaksana. Luangkan waktu berkualitas dengan anak, seperti saat makan malam atau sebelum tidur, untuk mendiskusikan hari mereka.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
