Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 Oktober 2024 | 18.31 WIB

Intip! 5 Tradisi Unik Perayaan Halloween di Seluruh Dunia, Mulai dari Memberi Kue hingga Parade Kostum

Perayaan Halloween biasanya diperingati setiap tanggal 31 Oktober oleh banyak orang dengan menggunakan kostum unik dengan nuansa horor. - Image

Perayaan Halloween biasanya diperingati setiap tanggal 31 Oktober oleh banyak orang dengan menggunakan kostum unik dengan nuansa horor.

JawaPos.com - Meski perayaan Halloween jatuh setiap 31 OKtober, namun sejak memasuki bulan Oktober agaknya telah identik dengan perayaann halloween.

Tradisi halloween biasanya selalu dilakukan oleh masyarakat di Amerika dan Eropa, namun saat ini perayaan halloween juga banyak dirayakan oleh masyarakat Asia.

Perayaan halloween bermula dari festival Celtic Kuno atau Samhain di Inggris dan Irlandia Kuno sebagai tanda berakhirnya panen dan dimulainya musim dingin.

Melansir laman Britannica, festival ini juga dipercaya bahwa orang-orang yang meninggal diyakini akan kembali lagi mengunjungi rumah.

Selain itu, pada abad ke-7, Paus Bonifasius menjadikan tanggal 1 November sebagai Hari Raya Orang Kudus yang awalnya jatuh pada 13 Mei.

Sehingga, pada malam 1 November dianggap sebagai malam suci yang juga diyakini sebagai asal-muasal perayaan Halloween.

Umumnya halloween biasanya dirayakan dengan menggunakan kostum-kostum menyeramkan, hiasan labu oranye, dan meminta-minta permen ke setiap rumah.

Berbagai tradisi seputar halloween dilakukan oleh masyarakat belahan dunia, apa saja?

  1. Hari Orang Mati, Mexico

Masyarakat Mexico mengenal halloween dengan perayaan Día de Los Muertos yang berarti Hari Orang Mati.

Mengutip laman The Standard, masyarakat Mexico merayakan halloween pada dua tanggal yang berbeda, yakni 31 Oktober dan 2 November.

Tanggal 31 Oktober diyakini bahwa roh-roh anak yang telah meninggal akan kembali pada hari ini, sedangkan tanggal 2 November dilakukan oleh orang dewasa.

Untuk merayakan hari tersebut, biasanya  masyarakat Mexico akan mengadakan parade dengan iringan marching band yang memandu orang-orang menuju pemakaman kota dengan tujuan menyambut kembali orang-orang yang mereka kasihi.

Selain itu, mereka juga akan menghias rumah dengan bunga marigold, tengkorak gula serta foto orang-orang yang telah meninggal.

  1. Menangkap Apel Mengapung, Britania

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore