
Ilustrasi ungkapan yang tidak boleh diucapkan (pexels)
JawaPos.com - Kita semua mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang banyak bicara, tetapi jarang mengatakan hal yang berarti. Kalimat-kalimat mereka terdengar mulus, namun ada sesuatu yang terasa tidak tulus.
Orang dengan kepribadian dangkal sering menggunakan ungkapan yang diulang-ulang dan tak bermakna, hanya untuk memberikan kesan baik di permukaan tanpa menyentuh esensi yang lebih dalam.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi delapan ungkapan khusus yang kerap digunakan oleh orang yang menunjukkan sifat dangkal. Penjelasan ini juga akan membantu memahami mengapa ungkapan-ungkapan tersebut menjadi tanda bahwa seseorang lebih fokus pada penampilan luar daripada keaslian diri mereka.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog, Selasa (22/10), berikut adalah delapan ungkapan yang menunjukkan kepribadian dangkal:
1) Suka Menyebut Nama-Nama Penting
Pernahkah Anda berbicara dengan seseorang yang seolah-olah mengenal semua orang? Orang dengan kepribadian dangkal cenderung suka menyebut nama-nama penting. Seakan mereka lebih tertarik untuk memamerkan hubungan mereka dengan orang terkenal daripada benar-benar berbicara dengan Anda.
Orang yang tulus tidak merasa perlu terus menerus menunjukkan lingkaran sosial mereka. Hubungan yang sebenarnya lebih dihargai dan dijaga, bukan dipamerkan untuk menarik perhatian.
Jika Anda merasa terjebak dalam percakapan yang lebih mirip daftar selebriti daripada pertukaran ide yang bermakna, mungkin saatnya mempertimbangkan kedalaman kepribadian orang tersebut.
2) Sering Menyombongkan Diri Secara Halus (Humble Brag)
Teknik lain yang sering digunakan oleh orang dengan kepribadian dangkal adalah ‘humble brag’, yaitu menyombongkan diri dengan cara yang terselubung di balik kepura-puraan rendah hati. Mereka mungkin bercerita tentang liburan mewah di resort terbaik, tapi diakhiri dengan kalimat seperti, "Oh, tapi terlalu ramai," atau "Saya tidak bisa benar-benar beristirahat, bahkan saat liburan."
Ungkapan ini bukan hanya tanda rendah hati yang salah tempat, tetapi juga menunjukkan kebutuhan mendalam untuk diakui dan dipuji. Ini menjadi tanda dari kepribadian yang kosong dan dangkal.
3) Sering Menggunakan Klise dan Ungkapan Sederhana
Orang dengan kepribadian dangkal cenderung mengandalkan klise dan ungkapan umum seperti, "Segalanya terjadi karena suatu alasan," atau "Apa yang tidak membunuhmu membuatmu lebih kuat." Ungkapan-ungkapan ini tidak selalu salah, tetapi penggunaannya yang berlebihan dalam konteks yang tidak tepat menunjukkan kurangnya pemikiran mendalam.
Pembicaraan yang tulus menuntut keaslian dan pemikiran pribadi, bukan sekadar mengulang kata-kata bijak yang sudah usang.
4) Menggunakan Bahasa yang Kabur untuk Menghindari Komitmen

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
