Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.21 WIB

8 Ungkapan yang Terdengar Seperti Pujian, tetapi Sebenarnya Bisa Menunjukkan Seseorang Diam-Diam Iri Padamu Menurut Psikologi

seseorang yang diam-diam iri kepada temannya / foto: Magnific/freepik - Image

seseorang yang diam-diam iri kepada temannya / foto: Magnific/freepik

JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, tidak semua pujian lahir dari rasa kagum yang tulus. Terkadang, seseorang mengucapkan kata-kata yang terdengar positif di permukaan, tetapi menyimpan emosi lain di baliknya. Salah satu emosi yang paling sering tersembunyi adalah rasa iri.

Menurut psikologi, iri hati merupakan respons alami ketika seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain yang dianggap memiliki sesuatu yang lebih baik, baik itu kesuksesan, penampilan, hubungan, maupun pencapaian hidup. Tidak semua orang yang merasa iri akan menunjukkannya secara terang-terangan. Banyak yang justru menyamarkannya dalam bentuk komentar yang terdengar seperti pujian.

Tentu saja, satu kalimat saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang pasti iri.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (5/6), jika ungkapan-ungkapan berikut sering muncul bersamaan dengan nada meremehkan, sindiran halus, atau perilaku yang tidak konsisten, bisa jadi itu merupakan tanda adanya kecemburuan yang tersembunyi.

1. “Kamu memang beruntung ya.”

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti pengakuan atas keberhasilan seseorang. Namun, dalam banyak situasi, ungkapan ini justru mengabaikan kerja keras yang telah dilakukan.

Alih-alih mengakui usaha, disiplin, dan pengorbanan yang mengantarkan seseorang pada keberhasilan, fokusnya dialihkan kepada faktor keberuntungan semata.

Misalnya, setelah bertahun-tahun bekerja keras hingga mendapat promosi, seseorang berkata:

"Wah, kamu memang beruntung ya bisa dapat posisi itu."

Komentar seperti ini secara tidak langsung menyiratkan bahwa pencapaian tersebut terjadi karena nasib baik, bukan karena kemampuan atau dedikasi.

Dalam psikologi sosial, ini sering dianggap sebagai cara untuk melindungi harga diri sendiri. Dengan mengaitkan kesuksesan orang lain pada keberuntungan, seseorang tidak perlu menghadapi kenyataan bahwa orang tersebut mungkin memang bekerja lebih keras atau memiliki kompetensi yang lebih tinggi.

2. “Aku sih nggak mau punya hidup seperti kamu, tapi keren juga.”

Ini merupakan contoh pujian yang disertai penolakan.

Pada bagian awal kalimat, pembicara berusaha menciptakan jarak dengan pencapaian atau gaya hidup yang sebenarnya membuatnya tidak nyaman. Kemudian ia menambahkan kata-kata positif agar terdengar sopan.

Contohnya:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore