
Tanda Pasanganmu Terlalu Cemburu dan Cenderung Posesif
JawaPos.Com - Dalam era media sosial dan kencan modern, rasa cemburu telah mengambil bentuk baru. Jika Anda terus-menerus terobsesi dengan hubungan masa lalu pasangan Anda atau membandingkan diri dengan mantan mereka, maka Anda mungkin mengalami apa yang disebut para ahli sebagai Sindrom Rebecca, sebuah bentuk kecemburuan yang semakin meningkat di kalangan pasangan saat ini.
Sindrom Rebecca atau juga dikenal sebagai "retroactive jealousy" adalah perasaan cemburu yang intens terhadap masa lalu romantis atau seksual pasangan, terutama hubungan sebelumnya. Penderitanya cenderung membandingkan diri secara negatif dengan mantan pasangan, berpikir bahwa mantan tersebut lebih menarik, lebih pintar, atau bahkan lebih baik di ranjang.
Dilansir dari laman The Times of India, Sabtu (19/10), berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang sindrom ini:
Sindrom Rebecca adalah istilah yang merujuk pada perasaan cemburu yang sangat kuat terhadap masa lalu pasangan, khususnya terhadap hubungan romantis atau seksual mereka sebelumnya. Nama sindrom ini diambil dari novel karya Daphne du Maurier berjudul Rebecca (1938), di mana istri baru menjadi terobsesi dengan mendiang istri pertama suaminya. Menurut para ahli hubungan, sindrom ini memiliki dampak nyata dalam kehidupan pasangan.
Meskipun tampaknya sindrom ini muncul dari pola kencan modern, pada kenyataannya, sering kali terkait dengan pengalaman masa kecil. Menurut Dr. Darian Leader, seorang psikoanalis asal Inggris yang menciptakan istilah ini, masalah ini biasanya berakar pada perasaan diabaikan atau kurang penting, terutama jika seseorang merasa tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari orang tua di masa kecil. Ketidakamanan ini kemudian terbawa ke dalam hubungan di masa dewasa.
Jika Anda merasa bahwa Sindrom Rebecca mempengaruhi hubungan Anda, berikut adalah tanda-tanda umum yang harus diwaspadai. Menurut Dr. Goddard-Crawley, penderitanya sering kali "terobsesi" dengan hubungan masa lalu pasangan mereka, menyebabkan rasa tidak aman dan kecenderungan untuk terus-menerus membandingkan diri dengan mantan pasangan. Ada juga perilaku invasif seperti memeriksa pesan pribadi pasangan atau berusaha memutuskan hubungan pasangan dengan teman-temannya karena rasa cemburu.
Pada level yang lebih parah, Sindrom Rebecca dapat menghancurkan rasa kepercayaan dan kedekatan dalam hubungan. Kecemburuan yang tidak terkendali bisa menyebabkan tindakan pengendalian dan bahkan berujung pada putusnya hubungan. Sebuah survei pada tahun 2017 menemukan bahwa 79% pria dan 66% wanita pernah mengalami kecemburuan, dan ketika kecemburuan ini menjadi obsesif, sering kali menjadi sumber tekanan emosional dalam hubungan.
Dikutip dati laman The Times Of India, Dr. Leader memberikan beberapa saran untuk mengatasi Sindrom Rebecca: "Tanyakan pada diri sendiri apakah kecemasan dan pikiran-pikiran intrusif Anda terkait dengan masa lalu Anda sendiri, bukan karena hubungan Anda saat ini." Ia juga menyarankan untuk tidak mencari informasi tentang hubungan masa lalu pasangan di media sosial atau bertanya terlalu banyak tentang sejarah seksual pasangan. Terapi dan kesadaran diri juga dapat membantu mereka yang berjuang melawan kecemburuan masa lalu ini.
Jika pikiran tentang masa lalu pasangan terus mendominasi hubungan Anda, penting untuk mengatasinya sejak awal. Menyembuhkan luka akibat Sindrom Rebecca memerlukan upaya bersama untuk membangun kepercayaan, komunikasi yang jujur, dan empati. Jika pasangan tidak dapat melepaskan masa lalu Anda, itu bisa menjadi tanda bahwa masa depan hubungan Anda dalam bahaya.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
