
Ilustrasi- Orang yang mencari validasi di media sosial. (Freepik)
JawaPos.com - Di era digital yang serba terhubung seperti sekarang, media sosial menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Namun di balik kebiasaan berbagi momen dan berinteraksi, ada fenomena yang kerap kali terjadi, yaitu pencarian validasi.
Banyak orang yang tanpa disadari menggunakan media sosial sebagai alat untuk mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari orang lain.
Pencarian ini bisa terlihat dari berbagai kebiasaan yang mereka lakukan, yang sering kali lebih fokus pada citra diri di dunia maya daripada hubungan nyata.
Melansir Geediting, kita akan membahas delapan tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sedang mencari validasi di media sosial dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat mempengaruhi kesejahteraan mental mereka.
1) Posting Berlebihan
Mereka yang cenderung memposting secara berulang-ulang mungkin sedang mencari perhatian dan pengakuan. Ini seringkali ditunjukkan dengan frekuensi posting yang sangat tinggi agar mendapatkan lebih banyak perhatian dan komentar.
2) Terobsesi dengan Angka atau Metrics
Orang yang terobsesi dengan jumlah like, follower, atau views cenderung menunjukkan bahwa mereka merasa nilai diri mereka bergantung pada angka-angka tersebut. Hal ini dapat menjadi tanda mereka mencari validasi melalui metrik sosial.
3) Komentar dan Caption yang Mencari Validasi
Caption atau komentar yang terlihat seperti meminta pujian atau pengakuan bisa menjadi indikasi jelas. Misalnya, menggunakan kalimat seperti "Aku sudah berusaha sebaik mungkin" atau "Ada yang bisa memberi saran?" adalah cara untuk memancing komentar positif.
4) Terlalu Menekankan pada Kehidupan yang "Sempurna"
Mereka yang selalu membagikan sisi terbaik dari kehidupan mereka, namun jarang menunjukkan sisi kenyataan, cenderung ingin menunjukkan kehidupan yang tampak sempurna. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pujian dan validasi dari orang lain.
5) Mengabaikan Koneksi Dunia Nyata
Seseorang yang menghabiskan waktu lebih banyak di media sosial daripada dengan teman atau keluarga di kehidupan nyata, bisa jadi mencari pelarian atau pengakuan di dunia maya karena kurangnya interaksi sosial yang memuaskan di dunia nyata.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
