Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Oktober 2024 | 23.15 WIB

Menurut Penelitian, Ini 8 Cara Mengurangi Multitasking yang Dapat Menurunkan IQ dan Produktivitas

Ilustrasi orang yang multitasking (Antoni Shkraba/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang yang multitasking (Antoni Shkraba/pexels.com)

JawaPos.com - Kamu mempunyai proyek besar yang harus segera diselesaikan. Kamu terburu-buru dan bekerja lebih lama dari yang diinginkan, tetapi pekerjaan itu tetap tidak kunjung selesai. Kamu juga kesulitan dalam menemukan ritme yang stabil.

Kondisi tersebut adalah pengalaman yang umum bagi banyak orang. Setiap orang pasti mengalami multitasking dalam kehidupan sehari-hari, namun sedikit yang menyadari seberapa besar dampak negatifnya terhadap produktivitas, walaupun banyak penelitian yang ada.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya 2% dari tenaga kerja yang benar-benar mahir dalam multitasking. Banyak orang ingin melakukannya, tetapi setiap kali kita dipanggil ke rapat, alur kerja menjadi terganggu, dan dibutuhkan sekitar 25 menit supaya kembali fokus.

Apabila kamu merupakan orang yang sering multitasking, kamu mungkin membutuhkan waktu hingga 50% lebih lama guna menyelesaikan tugas dan cenderung membuat lebih banyak kesalahan. Hal ini terjadi karena multitasking dapat menurunkan IQ kamu sementara waktu.

Sebuah penelitian dari Institute of Psychiatry di London menunjukkan bahwa melakukan multitasking bisa menurunkan IQ tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan merokok ganja. Dikutip dari crewhr.com, berikut ini beberapa cara mengurangi multitasking yang dapat menurunkan IQ dan produktivitas.

1. Fokus pada hal yang paling penting

Tempatkan proyek terbesar dan terpenting yang berada di urutan teratas daftar tugas. Gangguan akan terasa sepele dibandingkan dengan tujuan yang signifikan.

Sasaran ini merupakan kesempatan bagimu untuk menunjukkan kinerja tinggi, namun juga memerlukan konsentrasi penuh. Mempersempit fokusmu pada elemen penting dalam bisnis memastikan bahwa kamu menghasilkan output yang berkualitas.

2. Tindak lanjuti langkah-langkah utama

Dalam bisnis, ada dua ukuran keberhasilan yakni Lead dan Lag. Ukuran lag adalah hasil dari usahamu, seperti pendapatan, kepuasan pelanggan, atau persetujuan manajer, dan dapat menjadi beban mental. Ukuran ini disebut lag karena baru terlihat sesudah kejadian.

Sementara itu, ukuran prospek merupakan aktivitas yang dapat kamu lakukan yang memengaruhi hasil. Ukuran ini menjadi prediktor keberhasilan. Apabila kamu ingin meningkatkan penjualan.

Ukuran prospek adalah jumlah panggilan yang kamu lakukan kepada klien. Jangan terjebak dalam hal-hal yang tidak bisa diubah. Pahami apa yang memengaruhi hasil dan lakukan tindakan berdasarkan pemahaman tersebut.

3. Buatlah papan skor yang menarik

Dalam dunia bisnis, papan skor dirancang dalam menjadikan kesuksesan sebagai sebuah permainan. Kondisi ini bisa berupa KPI atau target pendapatan yang menunjukkan kemajuanmu secara langsung, memberikan kamu tujuan untuk dicapai.

Prinsip yang sama bisa diterapkan pada orang yang melacak waktu yang dihabiskan ketika kerja mendalam dan berusaha melampaui target tersebut. Newport, penulis buku Deep Work, menyatakan metrik ini tidak harus ditetapkan secara kaku guna mendorongmu kerja secara mendalam, karena bisa berubah akibat faktor-faktor di luar kendalimu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore