Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Oktober 2024 | 17.19 WIB

17 Oktober Diperingati Sebagai Hari Trauma Sedunia, Begini Sejarah dan Tujuan Peringatannya!

Ilustrasi seseorang yang kesulitan mengungkapkan perasaan karena memiliki trauma di masa kecil. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang kesulitan mengungkapkan perasaan karena memiliki trauma di masa kecil. (Freepik)

JawaPos.com – Setiap tanggal 17 Oktober tiap tahunnya diperingati sebagai hari trauma sedunia dengan maksud untuk meningkatkan kesadaran tentang trauma di kalangan Masyarakat luas.

Mengingat, trauma menjadi salah satu cidera yang bisa menyebabkan kematian jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik.

Dilansir dari National Day pada 17/10 bahwa lebih dari 9% penyebab kematian diseluruh dunia disebabkan oleh cidera traumatis pada orang dibawah usia 45 tahun.

Presentase tersebut ternyata mengungguli penyebab kematian lain berupa malaria, HIV/AIDS dan tuberculosis.

Oleh karenanya, peringatan hari trauma sedunia ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran msyarakat serta mendidik tentang cara menangani insiden trauma yang bisa berakibat pada kematian.

Sejarah Hari Trauma Sedunia

Hari Trauma sedunia pertama kali dicetuskan di New Delhi, India krena tingginya angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di negara tersebut.

Bahkan menurut data terdapat 400 orang lebih setiap harinya harus meregang nyawa karena terjadi kecelakaan.

Kecelakaan lalu lintas dinilai sebagai salah satu penyebab paling umum dari pengalaman traumatis di seluruh dunia.

Jika pengalaman tersebut tidak segera ditangani dengan penanganan yang tepat, dapat membuat korban mengalami Gangguan Stres Pasca trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Setelah perang dunia II, pemahaman tentang trauma kian meningkat. Bahkan para prajurit diberi izin untuk beristirahat sejenak dari perang untuk menenagkan pikiran mereka dan kembali berperang dikemudian hari.

Selama perizinan untuk tidak mengikti perang, para prajurit melakukan terapi bicara bagi korban trauma.

Terapi tersebut dilakukan secara berkelompok yang diperuntukkan bagi korban PTSD.

Oleh karenanya, adanya peringatan hari trauma sedunia ini dinilai mampu memberi informasi yang cukup tentang cara enatasi trauma sekaligus menghindarinya jika memungkinkan.

Cara Memperingati Hari Trauma Sedunia

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore