
Tanda kepribadian kuat dan bisa mengintimidasi menurut Psikologi.
JawaPos.com – Berdasarkan psikologi, perilaku seseorang dalam hubungan dapat mencerminkan seberapa besar usaha atau effort yang mereka berikan. Orang yang kurang usaha dalam hubungan biasanya menunjukkan tindakan tertentu yang dapat dilihat.
Orang kurang effort cenderung mengabaikan kebutuhan pasangan, menunjukkan kurangnya inisiatif, dan jarang berusaha memperbaiki komunikasi. Sikap ini bisa membuat hubungan terasa tidak seimbang dan berpotensi memicu konflik.
Dalam jangka panjang, perilaku ini bisa merusak kedekatan emosional dan menciptakan jarak antara pasangan. Untuk selengkapnya sebagaimana yang dinukil dari Hack Spirit pada Rabu (9/10), dijelaskan bahwa ada tujuh perilaku orang yang kurang effort dalam hubungan menurut Psikologi.
1. Kurangnya keterlibatan aktif
Dalam dunia hubungan yang kompleks, tidak ada yang lebih menunjukkan upaya seseorang selain keterlibatan aktifnya dengan pasangan. Orang-orang yang hanya memberikan upaya minimal biasanya menampilkan kurangnya keterlibatan aktif. Ini bukan hanya tentang kehadiran fisik atau merespon saat diajak bicara.
Keterlibatan aktif mencakup keterlibatan emosional dan minat tulus terhadap pasangan. Bayangkan pasangan di mana salah satu tampak lebih terpaku pada gawai daripada orang di hadapannya. Ini merupakan tanda kuat bahwa seseorang hanya menjalani hubungan seadanya, bukan benar-benar berinvestasi.
2. Terlalu mudah menyetujui
Ternyata, terlalu banyak menyetujui juga dapat menjadi tanda upaya minimal dalam hubungan. Meskipun terlihat fleksibel, ini bukan selalu karena keterbukaan pikiran, melainkan karena enggan melibatkan diri.
Mereka yang hanya memberikan upaya minimal sering mengambil jalan paling mudah, yaitu menyetujui segala sesuatu, bukan karena benar-benar sepakat, tetapi untuk menghindari keterlibatan.
3. Menghindari pertumbuhan pribadi
Individu yang hanya memberikan upaya minimal dalam hubungan sering menghindari pertumbuhan pribadi. Seolah-olah mereka takut bahwa pertumbuhan dapat mengubah dinamika hubungan atau membutuhkan lebih banyak usaha dari yang mereka mampu.
Penghindaran ini dapat terlihat dari penolakan terhadap pengalaman baru, menjauh dari tantangan, atau bahkan meremehkan gagasan perbaikan diri. Padahal, pertumbuhan pribadi penting untuk hubungan yang sehat, karena memungkinkan kita menjadi mitra yang lebih baik.
4. Komunikasi minimal
Komunikasi adalah kunci hubungan yang sukses. Namun, mereka yang hanya memberikan upaya minimal sering kali kurang dalam area ini.
Komunikasi minimal bukan hanya tentang diam, tetapi juga menyembunyikan perasaan, pikiran, dan masalah yang seharusnya dibagikan dengan pasangan. Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah fondasi bagi hubungan yang sehat dan saling mendukung.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
