Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2024 | 02.08 WIB

Inilah 8 Frasa yang Diucapkan Orang Cerdas Saat Bertengkar, Menurut Psikologi

frasa yang diucapkan orang cerdas saat bertengkar menurut Psikologi./pressfoto./Freepik. - Image

frasa yang diucapkan orang cerdas saat bertengkar menurut Psikologi./pressfoto./Freepik.

JawaPos.com – Konflik atau bertengkar dalam hubungan, baik itu dengan pasangan, teman, atau rekan kerja, sering kali tak terhindarkan.

Namun, cara orang menggunakan frasa atau menyikapi pertengkaran bisa sangat berbeda, terutama antara mereka yang cerdas.

Individu cerdas biasanya tidak hanya tahu apa yang harus dikatakan, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan tersebut dengan cara yang konstruktif.

Menurut psikologi, ada frasa tertentu yang sering digunakan oleh orang cerdas saat bertengkar, yang dapat membantu meredakan ketegangan dan mencari solusi.

Dikutip dari Hack Spirit pada Senin (7/10), diterangkan bahwa terdapat delapan frasa yang hanya diucapkan oleh orang cerdas ketika sedang bertengkar menurut Psikologi.

1. Mengakui sudut pandang lawan bicara

“Saya mengerti maksud kamu, tapi...” merupakan frasa yang sering digunakan oleh orang cerdas saat berdebat.

Penggunaan kalimat ini memiliki dua tujuan penting. Pertama, frasa tersebut mengakui pendapat lawan bicara, sehingga mereka merasa dihargai dan didengarkan.

Kedua, kata “tapi” memberi ruang untuk menyampaikan pandangan pribadi dengan mulus. Strategi ini bukan untuk menjatuhkan argumen lawan, melainkan untuk membangun diskusi yang lebih konstruktif berdasarkan ide-ide yang telah disampaikan sebelumnya.

2. Meminta penjelasan lebih lanjut

Orang cerdas sering menggunakan frasa “Tolong bantu saya memahami...” saat berdebat. Meskipun terkesan sebagai tanda kelemahan, sebenarnya ini adalah langkah strategis. Frasa ini mendorong lawan bicara untuk menjelaskan pandangannya secara lebih rinci.

Selain mengumpulkan informasi, pertanyaan ini juga memicu lawan bicara untuk mengevaluasi kembali argumennya sendiri. Yang terpenting, penggunaan frasa ini menunjukkan rasa hormat terhadap sudut pandang orang lain dan menciptakan suasana kolaboratif alih-alih konfrontatif.

3. Menawarkan solusi alternatif

Ketika perdebatan mengalami kebuntuan, orang cerdas sering menggunakan frasa “Bagaimana kalau kita coba...”. Pendekatan ini membuka kemungkinan untuk mencari solusi alternatif dan keluar dari pola pikir benar-salah yang kaku.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore