
Ilustrasi peran ayah untuk anak perempuan. (Pixabay)
JawaPos.Com - Peran seorang ayah dalam kehidupan anak lebih dari sekadar figur orang tua yang memberikan nafkah.
Sosok ayah, tak kalah memainkan peran penting dalam perkembangan psikologis dan emosional anak.
Kehadiran ayah tidak hanya memberikan rasa aman dan stabilitas, tetapi juga membentuk fondasi kepercayaan diri, identitas, dan relasi sosial anak.
Lantas, bagaimana jika seorang anak kehilangan peran ayah, baik karena perceraian, kematian, atau ketidakhadiran fisik maupun emosional?
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kehilangan peran ayah dapat memengaruhi berbagai aspek perkembangan seorang anak, mulai dari cara mereka berhubungan dengan orang lain hingga bagaimana mereka melihat dunia di sekitar mereka.
Anak-anak yang tumbuh tanpa peran ayah cenderung mengembangkan sifat-sifat tertentu yang dapat memengaruhi kepribadian dan perilaku mereka di masa depan.
Berdasarkan beberapa jurnal penelitian, inilah tujuh sifat ini cenderung tumbuh pada anak yang kehilangan figur ayah, berdasarkan penelitian psikologi.
Salah satu sifat yang sering muncul pada anak yang kehilangan peran ayah adalah kesulitan dalam membangun kepercayaan dengan orang lain.
Ayah, sebagai figur yang biasanya menyediakan rasa aman dan stabilitas, berperan besar dalam membentuk rasa percaya anak terhadap lingkungan dan hubungan sosial mereka.
Ketika peran ayah hilang, baik karena ketidakhadiran fisik maupun emosional, anak mungkin merasa sulit untuk mempercayai orang lain, terutama dalam hubungan interpersonal yang erat.
Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa peran ayah sering kali lebih skeptis dan ragu untuk mempercayai orang lain.
Hal ini bisa berlanjut hingga dewasa, di mana mereka mungkin mengalami masalah dalam hubungan romantis atau persahabatan, karena rasa takut dikhianati atau ditinggalkan.
Penelitian psikologis juga mengungkapkan bahwa anak-anak yang kehilangan peran ayah cenderung memiliki rasa rendah diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh dengan figur ayah yang kuat.
Ayah sering kali menjadi sumber dukungan emosional yang membantu anak-anak merasa berharga dan kompeten.
Ketika peran ini hilang, anak mungkin merasa kurang mendapatkan validasi, yang dapat menyebabkan rendahnya kepercayaan diri.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
