Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 03.51 WIB

Intip 6 Mitos Tentang Penyakit Rabun Jauh atau Miopi, Cek Fakta Sebenarnya!

Fakta atau mitos tentang miopi./pexels.com - Image

Fakta atau mitos tentang miopi./pexels.com

JawaPos.com - Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah kasus rabun jauh (miopi) di seluruh dunia.

Miopi adalah kondisi mata di mana seseorang dapat melihat objek dekat dengan jelas, namun mengalami kesulitan saat melihat objek yang jauh.

Kondisi ini tidak hanya dialami oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Peningkatan jumlah penderita miopi memicu banyak kekhawatiran dan munculnya berbagai mitos yang justru menyesatkan.

Dilansir dari laman Optometrists pada Kamis (19/9) berikut enam mitos umum seputar miopi dan fakta-fakta yang perlu diketahui.

1. Mitos: Miopi disebabkan oleh terlalu banyak menonton TV dan menggunakan gadget

Banyak orang tua khawatir bahwa anak-anak mereka akan terkena miopi karena menghabiskan terlalu banyak waktu menonton TV atau bermain game di ponsel dan tablet.

Meskipun aktivitas ini memang dapat menyebabkan ketegangan mata, hal tersebut bukanlah satu-satunya penyebab miopi.

Penelitian menunjukkan bahwa miopi dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Jika salah satu atau kedua orang tua mengalami miopi, ada kemungkinan besar anak mereka juga akan mengalami hal yang sama.

Selain itu, kurangnya aktivitas luar ruangan dan paparan cahaya alami juga dapat meningkatkan risiko terkena miopi. Jadi, bukan hanya gadget yang harus disalahkan.

2. Mitos: miopi hanya terjadi pada anak-anak

Banyak yang percaya bahwa miopi adalah kondisi yang hanya dialami oleh anak-anak dan akan berhenti memburuk saat mereka dewasa. Namun, miopi sebenarnya bisa terus berkembang bahkan hingga usia dewasa.

Miopi memang sering didiagnosis pertama kali pada anak-anak, tetapi kondisi ini bisa memburuk seiring bertambahnya usia, terutama jika tidak ditangani dengan benar.

Beberapa orang dewasa yang awalnya memiliki penglihatan normal dapat mengembangkan miopi karena perubahan gaya hidup atau kebiasaan, seperti bekerja terlalu lama di depan layar komputer.

3. Mitos: miopi dapat disembuhkan dengan terapi mata alami

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore