
Cara agar aman secara finansial tanpa membuat kantong kering. (Pixabay)
JawaPos.com–Permasalahan keuangan dirasakan semua kalangan. Generasi tua, milenial, dan gen Z. Merdeka secara keuangan ibarat impian semua orang, berbagai cara dilakukan agar finansial aman.
Manajemen keuangan sangat penting untuk diterapkan, khususnya untuk kamu yang tinggal di perkotaan. Apalagi banyaknya pendapat yang menyatakan bahwa generasi muda berusia 20-30 tahun saat ini sulit mengatur keuangan.
Kecerdasan finansial menjadi solusi untuk pengelolaan keuangan yang sehat. Dampaknya tentu tidak hanya keuangan stabil, tetapi secara jangka panjang meminimalisir risiko kantong kering.
Pengelolaan keuangan yang kurang sehat akhirnya akan berdampak di masa kini, bahkan di masa depan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan berbagai cara agar kamu aman secara finansial seperti berikut.
Menentukan proporsi alokasi keuangan dapat membantu kamu menghindari masalah finansial. Dalam buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan, memberikan tips mengatur keuangan. Dari 100 persen uang yang dimiliki, ada aturan dasar yang dapat digunakan, yakni membagi dengan metode 50:30:20 dari pemasukan setiap bulan.
Setiap bulan, 50 persen digunakan untuk kebutuhan biaya hidup sehari-hari, 30 persen dialokasikan untuk memenuhi keinginan, dan 20 persen bisa disisihkan sebagai dana tabungan.
Memantau isi saldo di dalam rekening cukup membantu dalam membatasi pengeluaran untuk hal yang tidak perlu. Sering tanpa sadar melakukan transaksi dengan pemikiran masih ada saldo, lalu ternyata perlahan-lahan uang terkuras hingga hanya menyisakan recehan.
Salah satu faktor dari masalah keuangan, yakni utang. Faktanya banyak orang terjerat utang, yang di antaranya cenderung merupakan kelompok pada usia muda, terdiri dari generasi milenial dan gen Z.
Merujuk data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepemilikan rekening dan jumlah outstanding pinjaman pada fintech P2P landing didominasi nasabah dengan usia 19-34 tahun. Alih-alih mengelola keuangan secara sehat, generasi muda justru cenderung menggunakan produk pinjaman online karena tergiur kemudahan dan penawaran menarik, yang akhirnya membuat terbelenggu utang dan memusingkan cara membayar.
Selain dari mengatur strategi pengeluaran dan menghindari utang, cara yang dilakukan selanjutnya adalah menyiapkan dana darurat. Memiliki simpanan dana darurat artinya kamu memiliki uang yang siap digunakan apabila dalam keadaan mendesak.
Terakhir, yakni menabung dan melek terhadap investasi. Seperti pada prinsip di atas, di mana 20 persen dari proporsi pengelolaan keuangan per bulan dialokasikan untuk tabungan, termasuk investasi.
Namun perlu dipahami, dalam berinvestasi harus memperhatikan berbagai hal, termasuk pengetahuan memilih investasi yang aman karena pada dasarnya investasi bisa menambah pundi-pundi rupiah atau memicu kerugian. Alih-alih untung, justru malah buntung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
