Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 September 2024 | 01.01 WIB

Mengungkap Kebohongan: Memahami 9 Tanda-Tanda Ketidakjujuran Dalam Perilaku Individu di Sekitar Anda

9 Tanda-Tanda Ketidakjujuran Dalam Perilaku Individu. (Pexels) - Image

9 Tanda-Tanda Ketidakjujuran Dalam Perilaku Individu. (Pexels)

JawaPos.Com - Setiap manusia memiliki kemampuan untuk berbohong, dan banyak dari kita melakukannya. Berbagai studi menunjukkan bahwa rata-rata orang suka berbohong satu atau dua kali sehari. Namun, bagaimana kita dapat mendeteksi tanda-tanda ketidakjujuran?
 
Untungnya, para ahli telah mengidentifikasi beberapa sinyal yang bisa membantu mengungkap hal tersebut. Dengan memahami 9 indikasi ini, Anda dapat mengetahui dan mengenali seseorang yang tidak jujur mulai dari bahasa tubuh hingga ekspresi wajah. Melalui laman Time, Kamis (5/9), kita bisa lebih jeli dalam mengenali kebohongan, berikut di antaranya:
 
1. Gerakan Tubuh Tangan
 
Orang yang berbohong cenderung menggunakan gerakan tangan setelah berbicara, karena pikiran mereka sibuk memproses cerita yang dibuat. Dengan perubahan gerakan ini menandakan bahwa pikiran sedang melakukan banyak hal sekaligus. 
 
Sebuah penelitian dari Universitas Michigan pada tahun 2015 menemukan bahwa orang yang berbohong lebih cenderung menggerakkan tangan, dengan 40% dari kasus kebohongan menunjukkan adanya gerakan tangan, dibandingkan dengan hanya 25% dari kasus kejujuran.
 
 
Selain itu, para pembohong juga seringkali memutar telapak tangan menjauh atau menyembunyikannya, sebagai tanda tidak sadar bahwa mereka sedang menahan informasi.
 
2. Gatal dan Gelisah
 
Menurut Dr. Lillian Glass, gerakan seperti berayun ke depan dan ke belakang atau menggeser kaki bisa menjadi tanda penipuan. Ketika seseorang gugup, fluktuasi dalam sistem saraf otonom dapat menyebabkan sensasi gatal atau kesemutan di tubuh, yang menimbulkan lebih banyak gelisah.
 
Menurut studi seorang profesor UCLA, R. Edward Geiselman, juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa orang cenderung menampilkan perilaku terhadap diri sendiri seperti memainkan rambut saat berbohong.
 
3. Ekspresi Wajah
 
Seseorang yang berbohong mungkin menatap atau memalingkan pandangan pada saat-saat penting. Penelitian menunjukkan bahwa orang kadang-kadang membuang pandangan saat berbohong. 
 
Pakar study tahun 2015, para ahli dari Universitas Michigan menemukan bahwa 70% orang yang terlihat berbohong menunjukkan kecenderungan untuk menatap langsung lawan bicara. Meskipun masih diperdebatkan, gerakan mata tetap dianggap sebagai petunjuk penting dalam mendeteksi kebohongan.
 
 
4. Mulut dan Bibir
 
Menggulirkan bibir bisa menjadi tanda seseorang berbohong dengan menahan informasi. Traci Brown seorang ahli komunikasi mencatat bahwa ini sering kali berarti orang tersebut menahan emosi atau fakta. Penelitian di UCLA menunjukkan bahwa orang yang berbohong lebih mungkin mengatupkan bibir ketika ditanya pertanyaan sensitif. Mengatupkan bibir juga bisa berarti seseorang tidak ingin terlibat dalam percakapan.
 
5. Perubahan Rona Wajah
 
Perubahan rona wajah, seperti menjadi pucat, bisa menandakan ketidakjujuran. Ini disebabkan oleh darah yang keluar dari muka ketika seseorang merasa tertekan atau berbohong.
 
6. Keringat atau Kekeringan
 
Perubahan dalam sistem saraf otonom dapat menyebabkan orang yang berbohong berkeringat di area T wajah atau mengalami kekeringan di mulut dan mata. Gejala ini termasuk berkedip berlebihan, menjilat bibir, atau menelan ludah dengan keras.
 
 
7. Nada Suara
 
Suara yang melengking tinggi bisa menjadi tanda kebohongan. Ketika orang gugup, otot pita suara menegang, membuat suara menjadi lebih tinggi. Perubahan volume suara secara tiba-tiba juga bisa menandakan ketidakjujuran, karena orang yang berbohong mungkin merasa terancam dan meningkatkan volume suara.
 
8. Isi Pembicaraan
 
Menggunakan kalimat seperti "Saya ingin berbicara jujur dengan Anda" mungkin menunjukkan usaha seseorang yang terlalu keras untuk meyakinkan Anda. Penggunaan kata-kata seperti "uh", "seperti", dan "um" juga bisa menjadi petunjuk karena orang sering menggunakan kata  tersebut saat mencoba untuk memperlambat waktu berpikir.
 
9. Slip-up atau Kesalahan Bicara
 
Sebagian besar dari kita bukanlah pembohong sejati, sehingga kadang-kadang kebenaran dapat terbongkar. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan yang terlihat tidak yakin atau berubah-ubah, seperti misalnya "Saya dipecat, tidak, tunggu, saya mengundurkan diri.
 
Namun, terkadang ada orang-orang yang begitu terampil dalam berbohong sehingga sulit untuk melacak kebenaran. Mereka mungkin memutarbalikkan kenyataan, menyangkal fakta, atau bahkan menghindari pertanyaan dengan cerdik. 

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore