Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 September 2024 | 19.14 WIB

Menurut Psikolog, 9 Kebiasaan Ini Dijamin Dapat Membantu Anda Menyembuhkan Patah Hati Setelah Putus Cinta

Psikolog mengatakan 9 kebiasaan ini dijamin dapat menyembuhkan patah hati Anda (freepik) - Image

Psikolog mengatakan 9 kebiasaan ini dijamin dapat menyembuhkan patah hati Anda (freepik)

JawaPos.com – Momen patah hati bisa terasa seperti kiamat, tetapi psikolog percaya bahwa hal itu tentu ada hikmahnya juga.

Menurut Psikoloh, dengan menerapkan kebiasaan yang tepat, penyembuhan tidak hanya mungkin terjadi tetapi dijamin bisa terjadi.

Dalam artikel yang dikutip dari Hack Spirit, Selasa (3/9), berikut 9 kebiasaan yang dapat menyembuhkan patah hati.

Ini bukan sekadar basa-basi yang menyenangkan. Ini adalah strategi yang didukung oleh sains yang membuat perbedaan nyata.

Jadi, mari pelajari 9 kebiasaan ini dan mari kita ubah patah hati menjadi awal kehidupan baru yang lebih baik.

1. Perawatan diri adalah kuncinya

Saat patah hati, perawatan diri sering kali terabaikan. Kita cenderung lupa makan, tidur, atau bahkan mandi saat sedang merawat hati yang terluka.

Namun, psikolog menekankan bahwa menjaga kesehatan fisik adalah langkah pertama menuju pemulihan emosional. Ini bukan berarti Anda harus pergi ke pusat kebugaran atau melakukan diet.

Caranya cukup dengan mengonsumsi makanan yang seimbang, menjaga siklus tidur yang teratur, dan meluangkan waktu setiap hari untuk bersantai dan menyegarkan diri.

Penyembuhan tidak hanya bersifat fisik tetapi juga emosional. Dengan memprioritaskan perawatan diri, Anda membuka jalan bagi pemulihan hati Anda.

Saat Anda merasa sedih, cobalah perlakukan diri Anda dengan kebaikan yang sama seperti yang Anda tunjukkan kepada teman yang sedang dalam kesulitan.

Sungguh menakjubkan apa yang dapat dilakukan dengan sedikit mencintai diri sendiri.

2. Membiarkan semuanya keluar

Patah hati bisa terasa seperti badai yang bergolak di dalam diri Anda. Dan terkadang, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membiarkan badai itu mengamuk.

Psikolog menjelaskan bahwa menangis, berteriak, atau bahkan menuliskan perasaan kita di jurnal adalah hal yang wajar.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore