Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Agustus 2024 | 18.50 WIB

Penelitian Membuktikan Bahwa Memahami Perasaan Orang Lain Itu Tidak Mudah, Apa yang Harus Dilakukan?

Ilustrasi seseorang yang mencoba memahami perasaan orang lain. - Image

Ilustrasi seseorang yang mencoba memahami perasaan orang lain.

JawaPos.com - Setiap manusia terkadang memiliki keinginan untuk selalu memahami perasaan orang lain untuk menunjukkan rasa empatinya. Tapi pada kenyataannya, kita tidak bisa melakukan itu semua secara terus menerus.

Mengutip dari laman Artikel ITS News, Putri dalam tulisannya "Ketika Diri Ini Hanya Ingin Dimengerti" mengungkapkan bahwa seringkali manusia merasa lelah menjalani kehidupannya, sehingga ia hanya butuh dipahami, dan tidak selalu memahami perasaan orang lain.

Perasaan itu muncul ketika kita melihat pencapaian orang lain yang sudah lebih tinggi, dan merasa diri ini tidak berkembang sama sekali. Sehingga tidak ada energi banyak untuk memahami perasaan orang lain.

Melansir dari laman Pijar Psikologi, Mirza dalam tulisannya "Ketika Diri Sendiri Juga Ingin Dipahami" menuliskan bahwa ada penelitian yang membuktikan akurasi seseorang untuk memahami perasaan orang lain tidak mencapai 50 persen.

Akurasinya hanya mencapai angka 20 persen untuk orang asing, dan 35 persen untuk orang terdekat seperti teman atau pasangan. Tentunya hal ini membuat kita semakin tahu mengenai kapasitas diri sendiri untuk memahami perasaan orang lain.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sulitnya seseorang untuk memahami perasaan orang lain sekalipun itu orang terdekatnya. Jadi pada saat kita curhat, dapat mengetahui bahwa mereka tidak akan memahami sepenuhnya perasaan kita.

Namun, meskipun akurasinya tidak tinggi, memahami perasaan orang lain adalah hal yang sangat penting khususnya dalam hubungan pernikahan. Karena tingginya angka perceraian itu didominasi dari pasangan yang tidak saling memahami.

Kembali lagi bahwa ketika kita mengungkapkan perasaan sendiri pada pasangan ataupun teman, seringkali berharap terlalu tinggi dan berpikir mereka akan memahami sepenuhnya masalah kita.

Maka sebaiknya, kamu perlu beri jeda untuk diri sendiri dengan self-talk, meditasi, atau melakukan me time di tempat-tempat yang jauh dari keramaian.

Terkadang memang cukup sesak dijalani saat diri sendiri ingin dipahami, tapi perlu disadari lagi bahwa kita hanyalah manusia yang memiliki banyak keterbatasan, dan tidak bisa terlalu mengandalkan orang lain.

Sulitnya memahami perasaan orang lain juga jangan dijadikan alasan kita untuk berbuat tidak empati bahkan bertindak jahat pada mereka, lakukan semuanya sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.

Maka dengan memahami perasaan orang lain walaupun sedikit, setidaknya akan membuat mereka merasa lega. Begitupun ketika diri sendiri ingin dipahami, maka jangan terlalu berharap lebih kepada mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore