
Ilustrasi seseorang yang mencoba memahami perasaan orang lain.
JawaPos.com - Setiap manusia terkadang memiliki keinginan untuk selalu memahami perasaan orang lain untuk menunjukkan rasa empatinya. Tapi pada kenyataannya, kita tidak bisa melakukan itu semua secara terus menerus.
Mengutip dari laman Artikel ITS News, Putri dalam tulisannya "Ketika Diri Ini Hanya Ingin Dimengerti" mengungkapkan bahwa seringkali manusia merasa lelah menjalani kehidupannya, sehingga ia hanya butuh dipahami, dan tidak selalu memahami perasaan orang lain.
Perasaan itu muncul ketika kita melihat pencapaian orang lain yang sudah lebih tinggi, dan merasa diri ini tidak berkembang sama sekali. Sehingga tidak ada energi banyak untuk memahami perasaan orang lain.
Melansir dari laman Pijar Psikologi, Mirza dalam tulisannya "Ketika Diri Sendiri Juga Ingin Dipahami" menuliskan bahwa ada penelitian yang membuktikan akurasi seseorang untuk memahami perasaan orang lain tidak mencapai 50 persen.
Akurasinya hanya mencapai angka 20 persen untuk orang asing, dan 35 persen untuk orang terdekat seperti teman atau pasangan. Tentunya hal ini membuat kita semakin tahu mengenai kapasitas diri sendiri untuk memahami perasaan orang lain.
Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa sulitnya seseorang untuk memahami perasaan orang lain sekalipun itu orang terdekatnya. Jadi pada saat kita curhat, dapat mengetahui bahwa mereka tidak akan memahami sepenuhnya perasaan kita.
Namun, meskipun akurasinya tidak tinggi, memahami perasaan orang lain adalah hal yang sangat penting khususnya dalam hubungan pernikahan. Karena tingginya angka perceraian itu didominasi dari pasangan yang tidak saling memahami.
Kembali lagi bahwa ketika kita mengungkapkan perasaan sendiri pada pasangan ataupun teman, seringkali berharap terlalu tinggi dan berpikir mereka akan memahami sepenuhnya masalah kita.
Maka sebaiknya, kamu perlu beri jeda untuk diri sendiri dengan self-talk, meditasi, atau melakukan me time di tempat-tempat yang jauh dari keramaian.
Terkadang memang cukup sesak dijalani saat diri sendiri ingin dipahami, tapi perlu disadari lagi bahwa kita hanyalah manusia yang memiliki banyak keterbatasan, dan tidak bisa terlalu mengandalkan orang lain.
Sulitnya memahami perasaan orang lain juga jangan dijadikan alasan kita untuk berbuat tidak empati bahkan bertindak jahat pada mereka, lakukan semuanya sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
Maka dengan memahami perasaan orang lain walaupun sedikit, setidaknya akan membuat mereka merasa lega. Begitupun ketika diri sendiri ingin dipahami, maka jangan terlalu berharap lebih kepada mereka.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
