Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Agustus 2024 | 14.41 WIB

Tidak Perlu Malu, Berikut 7 Cara yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Menghadapi Bullying di Usia Dewasa

Ilustrasi bullying. (Pexels/cottonbro studio) - Image

Ilustrasi bullying. (Pexels/cottonbro studio)

 

JawaPos.com - Bullying atau perundungan merupakan tindakan buruk yang bisa dilakukan oleh manusia kepada sesamanya. Secara definisi, perundungan adalah ketika seseorang menggunakan ancaman, kekerasan atau paksaan untuk mengintimidasi orang lain.

Perundungan sendiri bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Hal ini bisa terjadi pada siswa di lingkungan sekolah, seseorang di lingkungan perkuliahan, sampai karyawan di perkantoran.

Ketika perundungan atau bullying ramai terjadi pada anak sekolah, bukan tidak mungkin perundungan terjadi pada seseorang di usia dewasa. Hal ini bisa terjadi meski orang dewasa seharusnya punya logika dan kemampuan berpikir dewasa.

Sebagai korban, bukan berarti kamu juga harus pasrah akan keadaan. Meski perundungan atau bullying tersebut menyakitkan, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghadapinya.

Dikutip dari Very Well Mind dan Psychology Today, berikut ini merupakan 7 cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi bullying di usia dewasa:

1. Kontak Mata dengan Pelaku

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat kontak mata dengan pelaku. Kontak mata sangat penting dalam tindakan perundungan.

Biasanya, pelaku lebih kejam ketika mereka tidak menatap matamu. Ketika kamu melakukan kontak mata, hal ini menunjukkan kepercayaan diri tinggi dan posisi kuat.

2. Beri Jarak Jika Mungkin

Ketika terjadi perundungan, kamu bisa memberi jarak apabila situasinya memungkinkan. Kamu bisa meminta pada HRD untuk memindahkan meja kantormu ke meja lain, misalnya.

Tetapkan jarak aman pada pelaku atau terduga pelaku. Lebih jauh, kamu bisa meminta pindah divisi atau posisi lain di tempat kerja. Hal ini bisa berlaku apabila lingkungan memungkinkanmu memberi jarak.

3. Simpan Bukti Perundungan

Hal yang paling kuat dalam hukum adalah bukti. Kamu bisa menyimpan atau merekam tindakan bullying tersebut dengan ponsel atau catatan harian.

Apabila tindakan perundungan semakin parah, kamu mungkin akan melaporkan ke HRD bahkan polisi. Dalam laporan tersebut, dibutuhkan bukti kuat untuk membuktikan perundungan benar adanya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore