Ilustrasi bullying. (Istimewa)
JawaPos.Com - Bullying bukan hanya sekedar melakukan tindakan kekerasan fisik atau verbal yang terjadi secara tiba-tiba.
Sering kali, tindak bullying muncul dari berbagai alasan yang mendalam, rumit, sekaligus kompleks.
Meski begitu, banyak orang bertanya-tanya, apa yang mendorong seseorang nekat melakukan tidak kejam bullying?
Apakah ini murni soal kekuasaan, atau ada faktor psikologis lain yang terlibat? Menurut para ahli, perilaku bullying sering kali didorong oleh kombinasi dari kebutuhan psikologis, dinamika sosial, dan pengalaman pribadi.
Seperti dilansir dari American Psychological Association (APA), inilah beberapa alasan mengapa seseorang nekat melakukan bullying menurut psikologi.
1. Kebutuhan untuk Mendominasi
Salah satu alasan utama mengapa seseorang melakukan bullying adalah kebutuhan untuk mendominasi orang lain.
Orang yang merasa tidak berdaya atau tidak berkuasa dalam aspek lain kehidupan mereka mungkin berusaha untuk mendapatkan kendali dengan menindas orang yang lebih lemah.
Perasaan superioritas ini memberikan mereka kepuasan sementara, meskipun sebenarnya mencerminkan ketidakamanan mereka sendiri.
2. Mencari Perhatian
Beberapa pelaku bullying melakukan tindakan tersebut sebagai cara untuk mendapatkan perhatian, baik dari teman sebaya maupun orang dewasa.
Mereka mungkin merasa diabaikan atau tidak dihargai dalam lingkungan mereka, sehingga mereka menggunakan bullying sebagai cara untuk menjadi pusat perhatian.
Sayangnya, ini adalah cara yang destruktif untuk mencari validasi dari orang lain.
3. Tanggapan terhadap Tekanan Sosial

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
