Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Agustus 2024 | 14.45 WIB

Kombinasikan Kebaya dengan Ragam Wastra Indonesia, Kukuh Hariyawan Tonjolkan Potongan Kontemporer untuk Perempuan Energik hingga Acara Resmi

Peragaan tunggal Kebaya Adhikari mengusung tema Treasure Acculturation. (IST) - Image

Peragaan tunggal Kebaya Adhikari mengusung tema Treasure Acculturation. (IST)

JawaPos.comRunway Jogja Fashion Trend (JFT) 2024 menampilkan ragam kebaya hasil tangan dingin para desainer yang menonjolkan wastra Indonesia. Salah satunya karya Kukuh Hariyawan lewat jenama Kebaya Adhikari dalam peragaan tunggal.

Tampil pada hari ke-4 perhelatan JFT 2024, peragaan tunggal Kebaya Adhikari mengusung tema Treasure Acculturation. Sesuai dengan temanya, koleksi Kebaya Adhikari terlihat mengkombinasikan kekayaan busaya Indonesia berupa wastra dari berbagai daerah dengan kebaya.

“Jadi kita memang memadukan dari berbagai kain yang ada di Indonesia. Sebutsaja batik, songket, kain bail, dan kain NTT kita masukan semuanya dalam pegalaran,” ujar Kukuh.

Secara keseluruhan, cutting kebaya yang ditampilkan kontemporer atau sangat modern sekali. Sebab, dalam membuat koleksi Treasure  Acculturation, dirinya tidak terpaku apda pakem-pakem tertentu.

Misalnya terlihat potongan a-simteris pada bagian pundak kebaya atau bustier yang digunakan di bagian luar. “Sehingga kita mua bustier itu tidak selalu di bagian dalam,” sambungnya.

Terdiri dari Beberapa Sequence

Peragaan tunggal Kebaya Adhikari mengusung tema Treasure Acculturation. (Nurul Adriyana/JawaPos.com)

Peragaan tunggal Kebaya Adhikari menghadirkan 57 look yang terdiri dari 4 sequence. Tiap sequence memperlihatkan potongan kebaya kontemporer untuk berbagai acara.

Peragaan dibuka dengan koleksi kebaya kontemporer yang kasual dan cocok untuk acara yang lebih santai. Bahkan padu padan kebaya dengan legging bercorak atau rok.

“Saya ingin menyampaikan kalau kebaya itu bukan hanya untuk kondangan, jadi kalau yang energik itu bisa pakai yang casual seperti koleksi yang keluar pertama dalam pagelaran.

Lalu, pada bagian kedua terlihat pula kebaya malam dengan potongan yang sangat moder. Ketiga, Kukuh menyuguhkan kebaya grande dengan ekor-ekor yang panjang.

Uniknya, ada satu bagian koleksi kebaya yang didominasi warna hijau. Buat Kukuh, penggunaan warna hijau bukan hanya untuk tren tapi juga membawa pesan khusus yakni tentang perdamaian.

“Warna perdamaian itu kan hijau, kita tidak ingin lagi ada peperangan, ada kisruh politk atau apapun bentuknya terlebih di Indonesia, itu harapan saya,” tukasnya. 

Sedangkan pada akhir pagelaran, Kukuh menyatukan unsur budaya Jawa tengah dengan Bali lewat kebaya hitam dengan jubah yang menjuntai. “Ornamennya kita gunakan dari Bali dan untuk ikat pinggangnya Jawa tengah, lalu sanggulnya juga modern Jawa Tengah,” papar Kukuh.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore