
Ilustrasi seseorang yang sedang melakukan decluttering.
JawaPos.com - Kamu mungkin seringkali kesulitan untuk menemukan barang yang kamu cari di antara tumpukan barang-barang yang ada di lemari, gudang, atau bahkan meja belajar.
Atau terkadang kamu menemukan benda-benda yang kondisinya masih bagus berserakan di tempat pembuangan sampah.
Padahal benda tersebut masih bisa digunakan kembali dengan layak dan memiliki nilai. Begitupun sebaliknya, kamu justru menyimpan dan menumpuk benda-benda yang sebenarnya sudah tidak kamu butuhkan dan tidak bernilai guna lagi.
Mungkin itu pertanda bahwa kamu harus mulai menerapkan konsep hidup minimalis dengan melakukan decluttering.
Decluttering sendiri menurut Saratini Muhajjah dalam Buku Decluttering Rumah yang dilansir dari situs resmi Perpustakaan ISI Yogyakarta, Kamis (25/7) adalah metode yang mengajarkan untuk menyortir barang-barang yang tidak terpakai di rumah, membuang barang-barang yang tidak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan atau sering digunakan sehingga rumah menjadi rapi dan terorganisir dengan baik.
Namun, barang yang disortir tidak semuanya akan dibuang begitu saja, tetapi bisa disimpan untuk didaur ulang ataupun diberikan kepada orang lain.
Nah, sebelum melakukan decluttering ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memudahkan kamu dalam memilah barang-barang berdasarkan informasi yang dilansir dari website Rich in What Matters, Kamis (25/7):
1. Decluttering Merupakan Solusi Hidup Minimalis
Sebelum melakukan decluttering, perlu kamu tanamkan dalam diri bahwa menjalani hidup yang rapi dan minimalis akan menjadi pola pikir dan gaya hidup. Decluttering adalah perjalanan yang akan mengubah cara kamu memandang harta benda sebagai barang yang dibutuhkan bukan yang diinginkan dan bukan pula kunci kebahagiaan, bisa mengubah kebiasaan belanja, dan lebih memfokuskan perhatian pada hal-hal yang paling penting.
2. Melepaskan Harta Benda Bisa Lebih Sulit dari yang Diperkirakan
Perlu diperhatikan bahwa terkadang pada saat mengemasi barang-barang, berbagai macam perasaan muncul, mulai dari rasa bersalah melepaskan barang-barang hingga rasa takut. Hal tersebut muncul karena kamu merasa perlu menyimpan barang-barang tersebut hanya karena sering melihatnya dan seharusnya tetap berada di rumah atau karena barang-barang tersebut merupakan barang pemberian atau warisan.
Cara paling ampuh yang bisa kamu lakukan adalah menyimpan atau menyembunyikan kotak berisi barang-barang yang tidak dibutuhkan tersebut selama beberapa waktu. Setelahnya, pasti menjadi jauh lebih mudah untuk menyerahkan barang-barang tersebut untuk kamu donasikan.
3. Menyimpan Barang-Barang yang Memang Dibutuhkan untuk Sekarang
Sebelum membereskan rumah, perlu kamu tanamkan bahwa kamu hanya perlu menyimpan beberapa atau banyak barang yang benar-benar kamu butuhkan pada masa tersebut. Dan masa itu adalah satu-satunya fase kehidupan yang sedang berlangsung. Berpegang pada terlalu banyak hal lama dan masa lalu akan membuat kamu kehilangan kehidupan. Kenangan ada di dalam diri kamu, bukan di barang-barang.
4. Mulai Berdasarkan Kategori dan Buat Daftarnya

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
