Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 03.24 WIB

Orang Tua Wajib Tahu! Tanda Anak Anda Mengalami Kekerasan dalam Pacaran dan Cara Mencegahnya

ilustrasi kekerasan terhadap anak./RRI via Jawa Pos - Image

ilustrasi kekerasan terhadap anak./RRI via Jawa Pos

JawaPos.com - Di era kekinian, sudah merupakan hal yang wajar bila anak mempunyai perasaan suka terhadap lawan jenisnya hingga akhirnya berkencan dengan mereka.

Namun begitu, anak-anak tentu kadang masih belum mengerti bahwa akan ada potensi kekerasan dalam hubungan pacaran anak remaja. 
 
Pelakunya bisa laki-laki maupun perempuan. Bentuk kekerasannya pun bisa di tingkat emosional bahkan hingga kekerasan fisik. Hal ini penting untuk diketahui orang tua. 
 
 
Dilansir dari Healthy Children, Selasa (23/7), kekerasan dalam pacaran bisa dilakukan anak karena sifatnya yang bisa jadi mereka tak menyadari bahwa itu sudah merupakan kekerasan.
 
Mulai dari pencemburu, merendahkan pasangannya, mengisolasi pasangannya dari teman-teman dan keluarga, membuat tuduhan palsu, memiliki perubahan suasana hati, tampak posesif atau suka memerintah, dan akan menekan pasangannya untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan keinginannya.
 
Tanda anak Anda mengalami kekerasan dalam pacaran juga bisa dilihat dari penggunaan media sosial. Bila pasangan anak Anda pencemburu, dia mungkin terus-menerus mengirim pesan teks, menelepon, atau mengirim email atau menanyakan kata sandi anak Anda. 
 
Ia juga bahkan bisa jadi mengintip dari balik bahu anak Anda untuk melihat siapa yang mengirim pesan. 
 
 
Lantas, apa yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua jika anak Anda menunjukkan tanda mengalami kekerasan dalam pacaran?
 
Saat itu terjadi, para orang tua harus berbicara kepada anak-anak mereka tentang hubungan yang sehat di sekolah menengah, sebelum mulai berpacaran. 
 
Hal ini khususnya penting bagi anak-anak praremaja yang melihat kekerasan pasangan di rumah. Sebab, mereka memiliki risiko lebih besar untuk terlibat dalam tindakan kekerasan dan mengalami trauma dalam hubungan mereka sendiri.
 
Orang tua dapat memainkan peran penting dalam pencegahan dengan menjadi panutan yang positif. Ketika anak-anak memahami apa itu hubungan yang sehat , mereka cenderung tidak menerima kekerasan dalam berpacaran dan cenderung bersikap positif terhadap kesetaraan gender.
 
Menurut sebuah penelitian baru-baru ini. Hubungan orang tua-anak yang sehat juga menghasilkan kepuasan yang lebih besar dalam hubungan romantis.
 
Ajarkan pada anak bahwa hubungan pacaan yang sehat itu harus saling menghormati; mengetahui bahwa kalian membuat satu sama lain menjadi orang yang lebih baik; berbagi minat yang sama tetapi juga memiliki aktivitas dan teman di luar ruangan, serta; menyelesaikan perselisihan secara damai dan penuh rasa hormat.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore