
Ilustrasi duck syndrome.
JawaPos.com - Mungkin kamu pernah menjumpai seseorang yang mampu meraih kesuksesan dan terlihat menikmati hidupnya. Namun, siapa sangka, jika di balik keberhasilannya tersebut, ternyata tersimpan sejumlah tekanan dan masalah yang berusaha ia ditutupi, agar selalu terlihat baik-baik saja. Nah, kondisi ini disebut duck syndrome.
Dilansir dari laman instagram Nucleus Health, Rabu (17/7), dijelaskan bahwa istilah duck syndrome ini menganalogikan bebek yang berenang seolah sangat tenang, tetapi kakinya berjuang keras untuk bergerak agar tubuhnya tetap bisa berada di atas permukaan air.
Hal tersebut dikaitkan pada kondisi di mana seseorang yang terlihat tenang dan baik-baik saja, tetapi sebenarnya ia mengalami banyak tekanan dan kepanikan dalam mencapai tuntutan hidupnya, misalnya nilai bagus, lulus cepat, hidup mapan, atau memenuhi ekspektasi orang tua dan orang di sekitarnya.
Dan tahukah kamu, orang-orang yang terjebak dalam duck syndrome ini, berdasarkan yang dilansir dari situs Psychology Today, Rabu (17/7), biasanya memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
1. Tertutup dan Menjaga Jarak
Seseorang yang mengalami duck syndrome cenderung menutup diri dan enggan berbagi perasaan atau masalah pribadi. Mereka berusaha tampak kuat dan mandiri, sehingga orang di sekitar mungkin sulit melihat bahwa mereka sebenarnya tengah berjuang dengan perasaan cemas dan tertekan.
2. Tidak Mau Mengakui Emosi Negatif
Emosi negatif adalah hal yang tidak bisa kita tolak. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Entah itu marah, sedih, kecewa, maupun terpuruk. Namun sayangnya, tidak sedikit dari kita yang enggan mengakui keberadaan emosi negatif tersebut.
Tidak mau mengakui emosi negatif merupakan salah satu tanda bahwa seseorang sedang terjebak duck syndrome. Meskipun sedang mengalami kesedihan atau kekecewaan, orang dengan duck syndrome ini tetap berusaha untuk menepis.
3. Bersikap Seolah-olah Menjadi Orang yang Paling Kuat
Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sedang terjebak dalam duck syndrome adalah selalu berpura-pura kuat. Orang-orang ini akan enggan mengakui kenyataan bahwa dirinya tidaklah kuat menghadapi suatu masalah.
Meskipun sedang ditimpa masalah, mereka tetap berusaha tersenyum dan menyenangkan orang lain. Dalam dirinya tertanam prinsip bahwa ia harus terlihat baik-baik saja di depan banyak orang.
4. Perilaku Perfeksionis
Orang-orang yang mengalami duck syndrome seringkali memiliki standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri. Mereka cenderung mengejar kesempurnaan dalam segala hal, dan ketika tidak mencapai ekspektasi yang telah ditetapkan, mereka merasa cemas dan kecewa.
5. Merasa Malu Meminta Pertolongan

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
