Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juli 2024 | 20.49 WIB

Terlihat Tenang Padahal Tertekan, Yuk Kenali 5 Tanda-tanda Orang yang Terjebak dalam Duck Syndrome!

Ilustrasi duck syndrome. - Image

Ilustrasi duck syndrome.

JawaPos.com - Mungkin kamu pernah menjumpai seseorang yang mampu meraih kesuksesan dan terlihat menikmati hidupnya. Namun, siapa sangka, jika di balik keberhasilannya tersebut, ternyata tersimpan sejumlah tekanan dan masalah yang berusaha ia ditutupi, agar selalu terlihat baik-baik saja. Nah, kondisi ini disebut duck syndrome.

Dilansir dari laman instagram Nucleus Health, Rabu (17/7), dijelaskan bahwa istilah duck syndrome ini menganalogikan bebek yang berenang seolah sangat tenang, tetapi kakinya berjuang keras untuk bergerak agar tubuhnya tetap bisa berada di atas permukaan air.

Hal tersebut dikaitkan pada kondisi di mana seseorang yang terlihat tenang dan baik-baik saja, tetapi sebenarnya ia mengalami banyak tekanan dan kepanikan dalam mencapai tuntutan hidupnya, misalnya nilai bagus, lulus cepat, hidup mapan, atau memenuhi ekspektasi orang tua dan orang di sekitarnya.

Dan tahukah kamu, orang-orang yang terjebak dalam duck syndrome ini, berdasarkan yang dilansir dari situs Psychology Today, Rabu (17/7), biasanya memiliki tanda-tanda sebagai berikut:

1. Tertutup dan Menjaga Jarak

Seseorang yang mengalami duck syndrome cenderung menutup diri dan enggan berbagi perasaan atau masalah pribadi. Mereka berusaha tampak kuat dan mandiri, sehingga orang di sekitar mungkin sulit melihat bahwa mereka sebenarnya tengah berjuang dengan perasaan cemas dan tertekan.

2. Tidak Mau Mengakui Emosi Negatif

Emosi negatif adalah hal yang tidak bisa kita tolak. Semua orang pasti pernah mengalaminya. Entah itu marah, sedih, kecewa, maupun terpuruk. Namun sayangnya, tidak sedikit dari kita yang enggan mengakui keberadaan emosi negatif tersebut.

Tidak mau mengakui emosi negatif merupakan salah satu tanda bahwa seseorang sedang terjebak duck syndrome. Meskipun sedang mengalami kesedihan atau kekecewaan, orang dengan duck syndrome ini tetap berusaha untuk menepis.

3. Bersikap Seolah-olah Menjadi Orang yang Paling Kuat

Salah satu tanda yang menunjukkan bahwa seseorang sedang terjebak dalam duck syndrome adalah selalu berpura-pura kuat. Orang-orang ini akan enggan mengakui kenyataan bahwa dirinya tidaklah kuat menghadapi suatu masalah.

Meskipun sedang ditimpa masalah, mereka tetap berusaha tersenyum dan menyenangkan orang lain. Dalam dirinya tertanam prinsip bahwa ia harus terlihat baik-baik saja di depan banyak orang.

4. Perilaku Perfeksionis

Orang-orang yang mengalami duck syndrome seringkali memiliki standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri. Mereka cenderung mengejar kesempurnaan dalam segala hal, dan ketika tidak mencapai ekspektasi yang telah ditetapkan, mereka merasa cemas dan kecewa.

5. Merasa Malu Meminta Pertolongan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore