Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juli 2024 | 19.12 WIB

Hambat Karier Anda, Inilah 7 Tanda Bos Anda Toxic Menurut Psikologi, Salah Satunya Pilih Kasih

Ilustrasi rekan kerja yang toxic. (Freepik/teksomolika) - Image

Ilustrasi rekan kerja yang toxic. (Freepik/teksomolika)

JawaPos.com - Demi pertumbuhan karier di tempat kerja, mempunyai bos atau atasan yang toxic akan menyulitkan. Mereka bisa membuat kita tak berkembang.

Oleh karenanya, penting untuk mengenal karakter bos atau atas yang toxic. Sehingga, kita bisa mengidentifikasi dan merancang strategi untuk mengatasinya.
 
Tentu saja kita tak bisa membiarkan bos toxic begitu saja. Hal itu akan membuat kita berhenti bertumbuh dan menyulitkan di kemudian hari.
 
Berikut adalah 7 tanda Anda memiliki bos yang Toxic, dikutip dari Verywell Mind, Selasa (16/7).
 
1. Mereka Terus-menerus Mengkritik Orang Lain
 
 
Kritik yang terus-menerus merupakan ciri khas dari sifat toxic dan disfungsi. Alih-alih memberikan umpan balik yang membantu dan membangun, jika bos Anda toxic, mereka mungkin merasa hanya dapat menunjukkan kesalahan yang Anda lakukan. 
 
Mereka tidak memberikan banyak instruksi atau dukungan, tetapi selalu mengatakan sesuatu yang negatif tentang apa yang Anda atau rekan kerja Anda lakukan.
 
2. Mereka Mengakui Hasil Kerja Orang Lain
 
Jika ini pernah teman Anda alami atau bahkan Anda alami, berarti bos Anda adalah orang toxic. Hal ini tak bisa dibiarkan. 
 
Bayangkan Anda mencurahkan seluruh energi Anda ke dalam sebuah proyek, tetapi atasan Anda mengambil semua pujian. Perilaku seperti ini adalah tanda bahaya yang jelas dari atasan yang jahat. 
 
Ketika seseorang melakukan ini, mereka tidak hanya menggunakan kerja keras Anda untuk meningkatkan karier mereka sendiri—mereka juga menghapus kontribusi Anda dan merusak kemampuan Anda untuk tumbuh secara profesional.
 
3. Mereka Tidak Menghormati Tim Mereka
 
 
Hubungan kerja yang sehat berakar pada rasa hormat dan kepercayaan. Jika atasan Anda terus-menerus menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada Anda atau orang lain di tempat kerja, itu merupakan tanda dinamika yang toxic.
 
Tanda-tanda kurangnya rasa hormat antara lain mengabaikan ide-ide Anda, menyela pembicaraan Anda, atau menunjukkan ketidakpedulian terhadap masukan Anda. 
 
Perilaku seperti itu sering kali merupakan tanda bahwa mereka tidak menghargai Anda sebagai anggota tim.
 
4. Mereka Mengatur Setiap Detail Secara Mikro
 
Bos yang hebat tahu cara memberikan bimbingan dan arahan, tetapi tetap memperbolehkan orang bekerja secara mandiri. Di sisi lain, mengatur secara mendetail sering kali justru merupakan tanda ketidakpercayaan dan sering kali dapat menjadi tanda bahaya atasan yang buruk. 
 
Bila Anda merasa atasan selalu mengawasi dan memeriksa setiap detail kecil pekerjaan Anda, hal itu akan menyulitkan Anda untuk memberikan kinerja terbaik dan memanfaatkan keahlian Anda. 
 
Yang terburuk, hal itu dapat menimbulkan rasa cemas dan tekanan kuat yang menjadi sangat membebani. 
 
5. Mereka Pilih Kasih 
 
 
Bos yang toxic akan terang-terangan memberikan perlakuan istimewa kepada karyawan tertentu berdasarkan bias mereka sendiri. Hal ini dapat menciptakan dinamika tegang yang mengadu domba karyawan satu sama lain.
 
Perlakuan yang tidak setara akan melemahkan kemampuan Anda untuk mengakses berbagai peluang guna memajukan karier. Jika Anda bukan bagian dari "lingkaran dalam" atasan Anda, Anda mungkin merasa dikucilkan, kehilangan motivasi, dan bahkan didiskriminasi.
 
6. Mereka Tidak Mendengarkan dan Tidak Menerima Masukan
 
Tanda bahaya lain dari atasan yang beracun adalah ketidakmampuan (atau penolakan langsung) untuk mendengarkan dan menerima masukan. 
 
Ketika pemimpin mengabaikan masukan, mengabaikan ide, atau membuat keputusan dengan menerima ide lain, hal itu sering kali merupakan tanda kepemimpinan yang otoriter.
 
Pemimpin seperti itu memiliki pendekatan "cara saya atau tidak sama sekali" dalam manajemen. Mereka cenderung memimpin tim dengan menggunakan rasa takut dan intimidasi serta tidak mau mendengarkan ide-ide anggota tim.
 
7. Mereka Tidak Terlibat dan Kurang Inisiatif
 
Terkadang, orang-orang mendapati diri mereka dalam peran kepemimpinan meskipun mereka tidak memiliki keterampilan atau inisiatif untuk memimpin dan membimbing kelompok menuju tujuan mereka. Atasan seperti ini bisa menjadi racun hanya karena mereka tidak tertarik memberi arahan atau mengambil tanggung jawab.
 
Bila bos Anda bersikap acuh tak acuh sampai-sampai mereka tampak tidak peduli dan mendelegasikan hampir semua tanggung jawab mereka kepada orang lain, hal itu dapat menciptakan situasi yang tidak berfungsi.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore