Ilustrasi Gen Z sedang mengerjakan tugas- tugas kerja di luar kantor. (Unsplash.com/Windows)
JawaPos.com - WFH atau Work From Home adalah sistem kerja yang dilakukan dari rumah, sementara hybrid working adalah sistem kerja yang sebagian hari dilaksanakan di rumah dan sebagiannya lagi di kantor.
Sistem kerja WFH dan hybrid working ini dilakukan sejak terjadinya pandemi covid-19 yang mengharuskan seluruh warga berdiam diri di rumah, dan semuanya diterapkan hingga saat ini.
Tentunya sistem kerja seperti ini semakin populer dan banyak perusahaan yang menerapkannya termasuk perusahaan dibidang teknologi.
Selain itu, sistem kerja WFH atau hybrid working ini lebih disenangi oleh Gen Z, lantas apa alasan di balik itu semua?
Dilansir dari laman SVB Academy, kebanyakan karyawan Gen Z mulai memasuki dunia kerja sekitar tahun 2020 dan mereka direkrut dalam proses virtual.
Karakteristik Gen Z yang terkenal memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan teknologi, terutama internet, serta eskpresi diri melalui media sosial, kerja dari rumah bukanlah hal yang aneh bagi mereka.
Dalam menyikapi tren WFH dan hybrid working, riset oleh Hristova (2022) menemukan bahwa 70% dari partisipan generasi Z yang terlibat merasa bahwa sistem kerja tersebut telah membantu mereka dalam membangun koneksi profesional dengan rekan kerja.
Tapi kebanyakan dari mereka yang senang bekerja dengan sistem WFH dan hybrid working akan kehilangan momen tatap muka bersama rekan kerja.
Pembelajaran bekerja secara langsung tidak dapat digantikan melalui interaksi secara daring, maka hal ini perlu diperhatikan bagi para Gen Z.
Dilansir dari laman Artikel Glints, kelebihan bekerja secara WFH dan hybrid working adalah lebih fleksibel, meningkatkan work life balance, serta dapat menekan biaya operasional kantor.
Sedangkan kekurangan dari WFH dan hybrid working adalah kurangnya komunikasi, tak semua karyawan paham teknologi, serta sulitnya produktivitas karena posisi bekerjanya di rumah.
Melihat bahwa Gen Z yang lebih senang bekerja secara WFH dan hybrid working, tentu berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya.
Khususnya berbeda dengan generasi Baby Boomers yang lahir antara 1946-1960, mereka terkenal dengan karakter mereka yang pekerja keras, disiplin, dan berorientasi pada sasaran.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
