
Ilustrasi orang tua bersama anak-anaknya.
JawaPos.com - Mengasuh anak merupakan kewajiban bagi orang tua. Menjadi orang tua merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan baik seumur hidup. Namun, terkadang dalam proses pengasuhan, tanpa sadar orang tua melakukan perilaku yang bisa berdampak negatif terhadap anak. Dampak tersebut seringkali mempengaruhi mental atau keadaan psikologi anak.
Toxic parenting atau pola asuh beracun tidak selalu berarti kekerasan secara fisik. Toxic parenting dapat mengacu pada perilaku orang tua yang menimbulkan rasa bersalah, ketakutan, dan sejenisnya terhadap anak.
Tanpa disadari oleh orang tua, beberapa pola asuh dapat mengakibatkan tekanan yang signifikan dan trauma yang berpotensi membuat anak merasa tidak berharga. Bahkan perasaan tersebut dapat mengarahkan anak pada perilaku yang merusak dirinya sendiri.
Contoh Toxic Parenting
Sebelum pembahasan mengenai parenting yang sebaiknya dilakukan menurut pandangan Islam dan Rasul, perlu kita ketahui dulu beberapa contoh toxic parenting berikut ini:
1. Lalai dalam Menjaga Perasaan Anak
Terkadang orang tua berperilaku lalai dalam memberikan dukungan emosional atau perhatian yang dibutuhkan anak untuk berkembang. Tidak jarang hal ini dilakukan dengan melontarkan candaan yang ternyata menyakiti perasaan anak, lalu mengabaikan kebutuhan emosional anak.
2. Kurangnya Privasi
Toxic parenting tidak jarang dilakukan dengan selalu ingin ikut serta dalam ruang pribadi dan privasi anak. Perilaku ini bahkan hingga mengabaikan batasan anak, yang mana dapat menyebabkan anak merasa tidak bebas dan individualitasnya hilang.
3. Pola Asuh Otoriter
Mengutip dari website sahlahacademy, pola asuh otoriter memiliki aturan yang ketat dan adanya ekspektasi yang tinggi. Selain itu juga membandingkan anak dengan orang lain secara tidak baik, yang mana dapat menciptakan rasa persaingan antara saudara atau teman yang berpotensi merusak hubungan.
4. Pola Asuh Permisif
Masih dilansir dari website yang sama, meskipun jenis pola asuh permitif tampak menarik bagi anak pada awalnya, mereka sering kali bergumul dengan masalah pengendalian diri seiring bertambahnya usia. Pola asuh ini dapat menyebabkan kurangnya kedisiplinan pada anak karena pendekatan orang tua yang terlalu memanjakan.
5. Pola Asuh Manipulatif
Pola asuh toxic terkadang menggunakan rasa bersalah, malu, atau takut untuk mengendalikan emosi dan perilaku anak. Sebagai contoh mengungkit tentang besarnya biaya yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan si anak, atau mengkritik dan meremehkan anak.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
