Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juni 2024 | 13.20 WIB

Menurut Psikologi, Efek Sering Melamun Bisa Menyebabkan Gejala Maladaptive Daydreaming, Berikut Penjelasannya

Potret orang yang sering melamun.(Pexels.com/JairoChacon) - Image

Potret orang yang sering melamun.(Pexels.com/JairoChacon)

JawaPos.com - Melamun merupakan suatu kondisi saat terputusnya pemikiran seseorang dengan lingkungan sekitar yang berisikan tentang khayalan atau harapan menyenangkan.

Melamun bisa dilakukan secara sadar atau tidak oleh seseorang, keadaan ini seolah-olah membuat kita ada di tempat yang berbeda sesuai hal yang dipikirkan.

Dikutip dari laman Artikel InsanQ, melamun ini patut dihindari oleh setiap individu secara psikologis.

Dalam istilah psikologis, efek dari melamun ini menyebabkan gejala maladaptive daydreaming, orang yang mengalami ini sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk melamun.

Menurut ahli kejiwaan, gejala maladaptive daydreaming ini bukan termasuk ganggua mental tapi perlu pendampingan khusus untuk mengurangi kebiasaan tersebut.

Efek melamun yang menyebabkan gejala maladaptive daydreaming ini sebagian besarnya merupakan dampak langsung dari trauma masa lalu.

Trauma masa lalu yang dialami membuat penderitanya merasa lelah atau tidak puas atas kenyataan hidup sehingga lebih kabur dari kehidupan nyata dan terjebak di khayalan sendiri.

Selain itu hal tersebut juga bisa membuat penderita menjauhi lingkungan sosial dan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk melamun.

Gejala maladaptive daydreaming ini bisa diidentifikasi dari sangat menghayati lirik suatu lagu, mengabaikan kegiatan penting, melakukan gerakan tubuh yang berulang tanpa sadar, serta mengalami gangguan tidur.

Riset membuktikan bahwa melamun yang menyebabkan gejala maladaptive daydreaming ini terjadi pada orang yang lebih muda.

Dilansir dari laman Artikel Universitas Medan Area, melamun ini kerap dilakukan oleh semua orang karena menenangkan padahal banyak hal negatif yang mendasarinya.

Tidak ada obat khusus untuk mengatasi gejala maladiptive daydreaming ini, tapi harus diupayakan melalui tindakan preventive lainnya.

Hal yang bisa kamu lakukan, bisa mulai mencari kegiatan baru untuk mengalihkan konsentrasi hingga terbuka terhadap permasalahan yang sempat dilalui.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore