Ilustrasi orang yang sedang baking therapy. /Sumber foto :(Unsplash.com/ThemePhotos)
JawaPos.com - Baking therapy atau terapi memanggang adalah suatu kegiatan yang dapat membantu menghilangkan stres, serta meningkatkan kesejahteraan mental.
Dilansir dari laman Artikel The Mindful Meringue, melakukan baking therapy akan menghasilkan kemampuan fokus terhadap pikiran, mengalihkan perhatian dari perasaan atau pikiran negatif, serta meningkatkan suasana hati.
Fokus yang diberikan kepada kesehatan mental sama pentingnya dengan aspek kesehatan fisik, dengan mengukur bahan, mencampur adonan, serta melihat kue mengembang akan menjadi pengalaman meditatif dan terapeutik.
Dikutip dari laman Artikel Little Raes Bakery, terdapat 6 manfaat baking therapy yang menunjang kesehatan mantal seseorang, diantaranya adalah.
Baca Juga: Jalani Pemotretan dan Wawancara, Go Kyung Pyo Ceritakan Tentang Kesehatan Mental, Citra Publik, hingga Variety Show
1. Membantu Mengekspresikan Diri
Baking therapy mampu membentuk ekspresi diri yang membantu menghilangkan stres, dengan memanggang kua atau roti kamu bisa menyampaikan cinta, kasih sayang, terima kasih, penghargaan, atau simpati.
2. Menjadi Salah Satu Bentuk Perhatian
Baking therapy dapat menjadi praktik mindfulness, yakni fokus pada kesadaran diri sendiri tanpa mendengarkan omongan orang lain yang dapat mengganggu kesehatan mental, dan perhatian ini khususnya dilakukan untuk diri sendiri.
3. Tindakan Kemurahan Hati
Tindakan memberi kue atau roti dari buatan sendiri akan memberikan kehangatan bagi setiap penerimanya, orang lain akan merasa dihargai dan menghargai atas usaha kita.
4. Menumbuhkan Kreativitas
Baking therapy bisa menumbuhkan jiwa kreativitas, seperti mencampurkan bahan-bahan kue atau roti semenarik mungkin, atau mencari cara teknik pembuatannya yang efektif.
Baca Juga: Lebih Tahan Mental! 8 Kebiasaan Kecil yang Akan Membuat Anda Kuat Secara Mental Menurut Psikologi
5. Sebagai Pengalaman Indrawi
Baking therapy bukan hanya tentang mengikuti resep, tapi melibatkan 5 panca indra yang dimiliki, mulai dari melihat hingga merasakan kue atau roti yang dibuat itu sudah sesuai atau belum.
6. Menawarkan Pengulangan dan Ritme
Semua resep kue atau roti memiliki beberapa bentuk pengulangan, seperti menguleni adonan, menakar ukuran bahan, mencampur semua bahan, hingga mendekorasi seindah mungkin, dan itu semua memiliki ritmenya.
Saat fokus membuat kue atau roti, kamu memfokuskan energi mental pada gerakan fisik sederhana yang dapat membantu memasuki zona gangguan dan pemicu stres itu hilang.
Selain beragam manfaat yang disebutkan di atas, baking therapy juga mampu memberikan nutrisi yang baik untuk tubuh, karena kita tidak tahu cara serta bahan olahan yang dibuat oleh toko kue atau roti di luaran sana.
Tak hanya menyembuhkan kesehatan mental dan menjaga nutrisi, baking therapy juga bisa menjadi ide untuk kamu yang ingin membuka bisnis, sehingga kelezatannya dapat dirasakan oleh semua orang.
***

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
