JawaPos.com – Saat mengirim sebuah pesan chat, baik melalui SMS, WhatsApp, Telegram, Line, dan sebagainya, masing-masing orang mempunyai gayanya sendiri.
Ada yang menulis atau menanggapi pesan chat dengan panjang menjadi sebuah paragraf, ada yang sampai beberapa bubble chat, bahkan yang dibalas hanya menggunakan emoji.
Namun, dari hal yang terlihat sepele itu, bagaimana jika cara seseorang berkirim pesan chat dapat sedikit mengetahui kepribadian mereka?
Mengutip dari lama Psych2Go, Senin (24/6), berikut adalah lima tipe kepribadian seseorang yang dinilai berdasarkan bagaimana gaya mereka mengirim pesan chat.
1. Tata bahasa sempurna
Mengirim sebuah pesan chat dengan EYD yang benar hingga tanda baca yang tepat menunjukkan bahwa seseorang itu menghargai ragam bahasa tulis. Walau sebagian orang menganggap itu adalah sesuatu yang hebat, tetapi sebagian lain tidak.
Beberapa penelitian menemukan bahwa menempatkan titik di akhir kalimat dalam pesan chat dapat membuat seseorang dianggap sebagai orang yang tidak dapat dipercaya.
Sebuah penelitian pada tahun 2016 dari Binghamton University menemukan bahwa pesan chat yang diakhiri dengan titik dinilai kurang tulus dibandingkan dengan yang tanpa tanda titik.
Sebuah penelitian lanjutan pada tahun 2018 yang dilakukan oleh peneliti yang sama menunjukkan bahwa pesan chat satu kata yang diberi tanda titik dianggap lebih negatif dibandingkan dengan yang tanpa tanda titik.
Di sisi lain, orang tersebut biasanya adalah tipe orang yang tidak sering bertukar pesan chat dan lebih menyukai percakapan tatap muka. Mereka merupakan seorang pemikir yang hebat, bijaksana, analitis, dan lebih sering berakar pada logika daripada emosi yang impulsif.
2. Mengirim pesan dalam beberapa bubble chat
Seseorang yang suka mengirim pesan chat dalam beberapa bubble chat di waktu yang bersamaan, kemungkinan besar adalah seseorang yang energik dan terbuka.
Menurut seorang relationship coach, Nazanin Marzpan, mereka biasanya adalah orang-orang yang akan terus mengirim pesan chat sampai orang yang mereka hubungi meminta untuk berhenti.
Hal itu terjadi karena mereka suka membangun hubungan yang lebih erat, dengan teman terutama, dan dengan hadir melalui pesan chat tersebut adalah satu cara untuk mempererat hubungan.
3. Teks panjang dalam satu bubble chat
Seseorang yang suka mengirim pesan chat langsung dalam satu bubble chat panjang, kemungkinan besar adalah seseorang yang memahami pentingnya konteks dan bijaksana.
Mirip dengan yang nomor satu, mereka berorientasi pada detail, terutama ketika sedang memecahkan masalah, dan menikmati percakapan yang mendalam.
Mereka juga merupakan seorang pemikir ulung yang melihat semua fakta secara mendetail sebelum mengambil keputusan.
Menurut Nazanin Marzpan, mereka adalah seseorang yang menyukai alur percakapan yang logis dan tidak terlalu emosional, karena mereka mengandalkan fakta dan logika.
4. Balasan satu kata atau singkat
Jika seseorang membalas sebuah pesan chat dengan singkat, seperti ‘Y’ atau ‘Ya’, ‘K’ atau ‘Ok’, dan sebagainya, kemungkinan besar mereka adalah seseorang yang tertutup atas perasaan dan pikirannya.
Mereka bisa jadi adalah seseorang yang sibuk hingga tidak punya banyak waktu untuk membalas, atau seseorang yang mungkin tidak cukup peduli untuk merespons secara detail.
Mereka mungkin juga adalah seseorang yang introvert dan lebih senang menghabiskan waktu sendiri daripada bersosialisasi.
Namun, tetap berhati-hati. Membalas pesan chat seperti itu dapat membuat orang lain menangkapnya sebagai hal yang berkonotasi negatif, baik pesan chat maupun seseorang itu sendiri.
5. Teks menggunakan emoji
Jika seseorang membalas sebuah pesan chat hanya dengan sebuah emoji, hal itu menunjukkan bahwa seseorang itu sering kali terbuka dengan emosinya. Mereka ingin orang lain mengetahui bagaimana perasaannya saat mengirim pesan chat.
Menurut penelitian pada tahun 2019, emoji sering kali digunakan sebagai sinyal afektif dalam komunikasi sosial modern.
Penelitian itu menunjukkan bahwa penggunaan emoji dapat memberikan gambaran yang masuk akal untuk mengekspresikan pengaruh dan dapat memberikan bantuan yang berguna dalam keterbukaan diri dan membangun keintiman.
Akibatnya, penggunaan emoji dengan calon pasangan dapat memberikan lebih banyak peluang tatap muka untuk menilai kecocokan dan ketertarikan.
***