JawaPos.com - Perhiasan telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari penampilan perempuan. Lebih dari sekadar aksesoris, perhiasan memiliki daya tarik unik yang memikat hati para wanita.
Bukan hanya sekedar alasan estetika, perhiasan juga telah terintegrasi sebagai bagian dari budaya manusia, khususnya perempuan.
Ada alasan ilmiah yang menjelaskan mengenai kecenderungan perempuan menyukai perhiasan. Dilansir dari laman L'Dezen pada Senin (24/6), berikut penjelasan selengkapnya.
1. Respon ketertarikan neurologis
Ada sebuah respon neurologis yang terjadi saat perempuan menggunakan perhiasan. Sebuah penelitian menunjukan, penggunaan perhiasan bisa mengaktivasi pusat kesenangan di otak.
Penggunaan perhiasan bisa membantu pelepasan hormon dopamin yang dikenal sebagai hormon bahagia. Penelitian tersebut dilakukan pada tahun 2010 dan telah dipublikasikan oleh The Journal of Neuroscience.
2. Bentuk ekspresi diri
Mengizinkan perempuan menggunakan perhiasan yang disukai memberikan kesempatan perempuan untuk mengekspresikan dirinya. Penggunaan perhiasan bisa menunjukan sisi individualitas, memori bermakna, dan pencapaian seorang perempuan.
Sebagai contoh, seorang perempuan menggunakan gelang sesuai dengan jumlah anaknya. Ada pula yang membeli perhiasan sebagai pencapaian setelah menerima gaji pertama.
3. Bentuk penghormatan budaya
Perhiasan juga menjadi bentuk simbol budaya dan tradisi. Di berbagai tradisi, perhiasan digunakan dalam pernikahan, lamaran, dan berbagai perayaan.
Sebagai contoh, dalam budaya India, kalung mangalsutra adalah perhiasan suci yang dikenakan oleh wanita yang sudah menikah untuk melambangkan status dan komitmen perkawinan.
4. Nilai ekonomi
Penggunaan perhiasan bukan lagi semata-mata sebagai bentuk hiasan penampilan perempuan. Emas, logam mulia, dan batu permata digunakan sekaligus sebagai bentuk investasi.
Perempuan bisa saja membeli berbagai perhiasan kemudian dikenakan, alasannya untuk tabungan investasi anak-anaknya di masa depan.
5. Status sosial
Penggunaan barang mewah seperti perhiasan bisa memberi sinyal status sosial untuk meningkatkan pengakuan diri di masyarakat.
Nilai material, pembuatan, desain, bisa menjadikan sebuah perhiasan bernilai lebih tinggi.
Sebagai contoh, di era Mesir Kuno, hanya para firaun dan pejabat tinggi yang mengenakan perhiasan emas dan batu permata yang rumit.
Sekarang, masyarakat luas bisa
menggunakan perhiasan emas dan batu yang sama mewahnya.
6. Estetika
Tentu saja, alasan utama perempuan menggunakan perhiasan ialah alasan keindahan. Perhiasan yang digunakan perempuan bisa menunjang penampilan untuk semakin memikat.
Sebagai contoh, anting-anting bisa mentransformasi gaun sederhana menjadi memikat ketika digunakan saat malam hari, perhiasan menambah kesan elegan dan menonjolkan fitur wajah untuk semakin memikat.
Alasan perempuan menyukai perhiasan tidak hanya sebatas estetika. Perhiasan memiliki makna yang lebih dalam, baik secara personal maupun sosial.
Bagi perempuan, perhiasan adalah lebih dari sekadar hiasan, melainkan bagian dari identitas dan penunjang kehidupan mereka.***