Psikopat dapat menjadi ancaman bagi orang lain karena kecenderungan mereka untuk berperilaku manipulatif, agresif, dan kriminal.
JawaPos.com - Ada perbedaan besar antara menjadi benar-benar baik dan hanya berpura-pura baik. Perbedaan ini sering kali terletak pada ketulusan. Kebaikan palsu adalah tentang terlihat baik dan penuh perhatian, sementara menyembunyikan perasaan atau niat yang sebenarnya.
Sebaliknya, orang yang benar-benar baik adalah sosok autentik dalam tindakan, niat, dan kata-kata mereka. Melansir Hack Spirit, psikologi memberikan kita wawasan tentang frasa-frasa khas yang sering digunakan oleh mereka yang hanya berpura-pura baik:
1) “Saya hanya jujur saja…”
Frasa ini sering digunakan oleh orang yang berpura-pura baik sebagai tameng untuk menyampaikan komentar yang kasar atau manipulatif. Mereka bersembunyi di balik kejujuran untuk menghindari tanggung jawab atas kata-kata negatif mereka.
2) “Jangan tersinggung, tapi…”
Kita semua pernah mendengar frasa ini. Biasanya, ini menjadi tanda bahwa komentar yang menyinggung akan segera disampaikan. Orang yang menggunakan frasa ini berusaha mengemas kritik atau komentar yang tidak baik dalam balutan kesopanan palsu.
3) “Aku benci drama…”
Ironisnya, studi menunjukkan bahwa mereka yang paling sering mengklaim benci drama justru sering menjadi pencipta drama. Frasa ini digunakan untuk menempatkan diri mereka sebagai pengamat yang tidak bersalah dalam konflik, padahal mereka mungkin adalah sumbernya.
4) “Aku bukan orang yang suka gosip, tapi…”
Orang yang menggunakan frasa ini biasanya akan mengikutinya dengan gosip atau informasi yang tidak terverifikasi. Dengan menyatakan terlebih dahulu bahwa mereka tidak suka bergosip, mereka menciptakan ilusi bahwa mereka adalah individu yang jujur, padahal kenyataannya mereka justru yang paling sering menyebarkan rumor.
5) “Cuma bercanda!”
Pernahkah Anda menerima komentar yang menyakitkan, hanya untuk mendengar “Cuma bercanda!” setelahnya? Ini adalah taktik klasik yang digunakan oleh orang yang tidak sebaik kelihatannya. Mereka menggunakan humor sebagai cara untuk menyembunyikan komentar yang bersifat jahat atau kritis.
6) “Kasihan deh kamu…”
Frasa ini, yang sering digunakan di wilayah selatan Amerika Serikat, memiliki reputasi sebagai penghinaan terselubung. Dalam konteks yang sinis atau mengejek, frasa ini sering digunakan sebagai cara yang sopan untuk menyampaikan rasa tidak percaya atau penghinaan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
