Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Mei 2024 | 01.49 WIB

Cara Menghadapi Remaja Purber Yang Sedang Patah Hati Menurut Psikolog

DIPERAGAKAN KEANU MICHAEL P. DAN LUCY: Tunjukkan dukungan untuk anak remaja menghadapi situasi berat itu. Ketika anak mulai terbuka bercerita, jadilah pendengar yang baik dan bantu anak pulih. - Image

DIPERAGAKAN KEANU MICHAEL P. DAN LUCY: Tunjukkan dukungan untuk anak remaja menghadapi situasi berat itu. Ketika anak mulai terbuka bercerita, jadilah pendengar yang baik dan bantu anak pulih.

Memasuki usia pubertas, anak mulai merasakan ketertarikan kepada lawan jenis. Momen itu tidak selalu menyenangkan. Bisa jadi malah berujung patah hati. Bagaimana parents menghadapinya?

UMUMNYA, pubertas pada anak laki-laki mulai terjadi di rentang usia 9–14 tahun. Pada anak perempuan, pubertas terjadi lebih cepat antara 8–13 tahun. Pada masa pubertas, anak remaja mulai tertarik kepada lawan jenis.

”Anak remaja belum stabil secara emosi. Kalau senang, senang banget, kalau sedih, bisa sedih banget. Patah hati bagi mereka seperti akhir dunia,” tutur Ani Rakhmaningrum MPsi Psikolog.

Hal itu dapat memengaruhi sikap dan perilaku anak. Dari yang semula ceria mendadak murung dan mengurung diri. Ortu perlu peka ketika anak menunjukkan perubahan signifikan terhadap daily activity-nya.

”Misal, biasanya anak friendly mendadak moody, jadi lebih galak, agresif, sedih, hingga mengambil jarak dari keluarga, kehilangan ketertarikan dengan hal yang biasa dilakukan. Beberapa bahkan mengalami penurunan nilai akademik,” beber psikolog klinis anak dan remaja sekaligus cofounder Pendaran.id itu.

Sebaiknya ortu segera melakukan pendekatan apabila anak menunjukkan tanda-tanda tersebut. Namun, ortu harus menurunkan ekspektasi bahwa anak akan langsung terbuka untuk bercerita. Sebab, respons atas patah hati remaja laki-laki dan perempuan bisa jadi berbeda. Umumnya, anak perempuan lebih ekspresif menunjukkan perasaannya dibandingkan anak laki-laki.

”Kalau anak belum mau cerita, jangan dipaksa. Beri waktu. Cukup pastikan anak tahu bahwa mama-papanya selalu ada buat dia. Jadi, ketika anak sudah mau cerita, dia tahu bahwa ortunya siap mendengarkan,” tegas Ani.

Begitu anak mau cerita, lanjut dia, ortu harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tidak perlu terburu-buru memberikan nasihat atau menghibur. ”Yang pertama dilakukan adalah validasi perasaannya agar anak tahu kita paham yang dia rasakan,” ucapnya.

Selanjutnya, bantu anak fokus pada hal-hal positif dalam diri dan hidupnya. Sisihkan lebih banyak waktu bersama anak dan pantau kondisinya. Terlebih pada anak yang tidak mau bercerita. ”Perbanyak percakapan santai, tidak melulu ke topik patah hati itu. Misal, ’kamu lagi pengin makan apa hari ini, gimana perasaanmu hari ini,” contoh Ani.

Selain mendampingi, ortu bisa membantu anak cepat pulih dan bersemangat kembali. Misalnya, mengajak jalan-jalan atau melakukan aktivitas positif bersama. Tanpa pendampingan ortu, anak bisa jadi berlarut-larut dalam patah hatinya.

”Takutnya dia mencoba memaknai sendiri dan mencari jalan keluar. Dikhawatirkan coping masalahnya lari ke hal negatif seperti menyakiti diri, merokok, minum alkohol, mengonsumsi narkoba, atau menjerumuskan diri ke pergaulan negatif untuk melupakan rasa sakit hatinya,” jelasnya.

Bahayanya, jika anak memiliki trauma atau luka pengasuhan, patah hati akan memantik trauma itu. Bukan tidak mungkin anak akan nekat melakukan hal-hal di luar batas. Karena itu, pendampingan dan dukungan orang terdekat sangat dibutuhkan. (lai/c7/nor)

---

MENGHADAPI REMAJA PATAH HATI

  1. • Lakukan pendekatan dengan menanyakan perasaan anak. Jika anak tidak mau cerita, hindari memaksanya.
  2. • Saat anak bercerita, jadilah pendengar yang baik.
  3. • Hindari membela salah satu pihak.
  4. • Ingatkan kelebihan anak dan perjelas betapa berharganya dia.
  5. • Ajak anak berlibur atau melakukan aktivitas menyenangkan.
  6. • Yakinkan anak bahwa dia tidak sendirian. Selalu hadir di dekat anak dan rutin cek kondisinya.

Sumber: Ani Rakhmaningrum MPsi Psikolog

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore