
DIPERAGAKAN KEANU MICHAEL P. DAN LUCY: Tunjukkan dukungan untuk anak remaja menghadapi situasi berat itu. Ketika anak mulai terbuka bercerita, jadilah pendengar yang baik dan bantu anak pulih.
Memasuki usia pubertas, anak mulai merasakan ketertarikan kepada lawan jenis. Momen itu tidak selalu menyenangkan. Bisa jadi malah berujung patah hati. Bagaimana parents menghadapinya?
UMUMNYA, pubertas pada anak laki-laki mulai terjadi di rentang usia 9–14 tahun. Pada anak perempuan, pubertas terjadi lebih cepat antara 8–13 tahun. Pada masa pubertas, anak remaja mulai tertarik kepada lawan jenis.
”Anak remaja belum stabil secara emosi. Kalau senang, senang banget, kalau sedih, bisa sedih banget. Patah hati bagi mereka seperti akhir dunia,” tutur Ani Rakhmaningrum MPsi Psikolog.
Hal itu dapat memengaruhi sikap dan perilaku anak. Dari yang semula ceria mendadak murung dan mengurung diri. Ortu perlu peka ketika anak menunjukkan perubahan signifikan terhadap daily activity-nya.
”Misal, biasanya anak friendly mendadak moody, jadi lebih galak, agresif, sedih, hingga mengambil jarak dari keluarga, kehilangan ketertarikan dengan hal yang biasa dilakukan. Beberapa bahkan mengalami penurunan nilai akademik,” beber psikolog klinis anak dan remaja sekaligus cofounder Pendaran.id itu.
Sebaiknya ortu segera melakukan pendekatan apabila anak menunjukkan tanda-tanda tersebut. Namun, ortu harus menurunkan ekspektasi bahwa anak akan langsung terbuka untuk bercerita. Sebab, respons atas patah hati remaja laki-laki dan perempuan bisa jadi berbeda. Umumnya, anak perempuan lebih ekspresif menunjukkan perasaannya dibandingkan anak laki-laki.
”Kalau anak belum mau cerita, jangan dipaksa. Beri waktu. Cukup pastikan anak tahu bahwa mama-papanya selalu ada buat dia. Jadi, ketika anak sudah mau cerita, dia tahu bahwa ortunya siap mendengarkan,” tegas Ani.
Begitu anak mau cerita, lanjut dia, ortu harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tidak perlu terburu-buru memberikan nasihat atau menghibur. ”Yang pertama dilakukan adalah validasi perasaannya agar anak tahu kita paham yang dia rasakan,” ucapnya.
Selanjutnya, bantu anak fokus pada hal-hal positif dalam diri dan hidupnya. Sisihkan lebih banyak waktu bersama anak dan pantau kondisinya. Terlebih pada anak yang tidak mau bercerita. ”Perbanyak percakapan santai, tidak melulu ke topik patah hati itu. Misal, ’kamu lagi pengin makan apa hari ini, gimana perasaanmu hari ini,” contoh Ani.
Selain mendampingi, ortu bisa membantu anak cepat pulih dan bersemangat kembali. Misalnya, mengajak jalan-jalan atau melakukan aktivitas positif bersama. Tanpa pendampingan ortu, anak bisa jadi berlarut-larut dalam patah hatinya.
”Takutnya dia mencoba memaknai sendiri dan mencari jalan keluar. Dikhawatirkan coping masalahnya lari ke hal negatif seperti menyakiti diri, merokok, minum alkohol, mengonsumsi narkoba, atau menjerumuskan diri ke pergaulan negatif untuk melupakan rasa sakit hatinya,” jelasnya.
Bahayanya, jika anak memiliki trauma atau luka pengasuhan, patah hati akan memantik trauma itu. Bukan tidak mungkin anak akan nekat melakukan hal-hal di luar batas. Karena itu, pendampingan dan dukungan orang terdekat sangat dibutuhkan. (lai/c7/nor)
---
MENGHADAPI REMAJA PATAH HATI
Sumber: Ani Rakhmaningrum MPsi Psikolog

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
