
Ilustrasi orang yang memilih diam saat konflik. (Sumber foto: freepik)
JawaPos.com - Orang yang memilih untuk diam saat konflik seringkali memiliki beberapa ciri khas yang menggambarkan cara mereka menghadapi situasi konflik.
Setiap ciri ini mencerminkan pola perilaku dan pemikiran tertentu terhadap cara seseorang menangank konflik.
Dilansir dari Hack Spirit pada Selasa (14/5), terdapat 5 ciri yang dimiliki oleh orang yang memilih diam saat konflik dan apa saja alasan di balik pilihan mereka untuk tetap diam ketika situasi tegang muncul.
Dengan memahami ciri-ciri ini, kita dapat mengembangkan wawasan yang lebih dalam tentang dinamika konflik dan cara terbaik untuk berkomunikasi dengan mereka yang mungkin menggunakan perlakuan diam sebagai bentuk respons mereka terhadap konflik.
1. Memiliki ketakutan terhadap konflik
Orang yang cenderung diam saat konflik seringkali memiliki ketakutan yang dalam terhadap konflik. Mereka menganggap konflik sebagai ancaman terhadap kesejahteraan pribadi atau hubungan mereka.
Sebagai respons, mereka memilih untuk menarik diri atau tidak berpartisipasi sama sekali sebagai cara untuk melindungi diri dari perasaan tidak aman atau bahaya yang dirasakan.
Ini bisa disebabkan oleh pengalaman masa lalu di mana konflik berujung pada kekerasan atau menyakitkan, sehingga membuat mereka mengasosiasikan konflik dengan rasa takut dan ketidaknyamanan.
Oleh karena itu, mereka menggunakan keheningan sebagai mekanisme pertahanan untuk bertahan dari pertengkaran tanpa terluka secara emosional.
2. Membutuhkan waktu untuk berpikir jernih
Orang yang cenderung diam saat konflik seringkali lebih suka memproses hal-hal secara internal. Mereka merasa perlu untuk mundur dari situasi tersebut agar dapat memikirkan hal tersebut dengan lebih jernih.
Ketika terlibat dalam debat yang sengit, mereka cenderung membutuhkan waktu untuk merenungkan situasi, menganalisis perasaan dan pikiran mereka, dan mencari tanggapan yang tepat.
Hal ini dilakukan dalam kesendirian untuk menciptakan ruang bagi mereka untuk berpikir tanpa gangguan eksternal.
Dengan demikian, diam, seringkali merupakan upaya untuk memberi mereka kesempatan untuk memproses dan merespons konflik secara lebih hati-hati dan terencana.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
