
Ilustrasi- Karir membentuk kepribadian seseorang (who is danny-freepik)
JawaPos.com - Selama beberapa dekade, psikolog telah menggali kedalaman perkembangan kepribadian dari waktu ke waktu. Namun, bagaimana dengan ranah yang kurang terjelajahi tentang bagaimana karir mempengaruhi identitas pribadi kita?
Bisakah pekerjaan Anda benar-benar mengubah Anda sebagai individu? Melansir Truity, dalam tinjauan komprehensif yang dilakukan pada tahun 2020, para peneliti menemukan temuan yang mengesankan dalam bidang psikologi: "kepribadian dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh pengalaman kerja."
Hubungan simbiotik antara karir dan kepribadian ini menegaskan permainan yang rumit di mana profesi kita membentuk siapa kita, sementara pada saat yang sama, sifat-sifat bawaan kita mempengaruhi bagaimana kita mengontrol dan mempersepsikan lingkungan kerja kita.
Jadi, bagaimana tepatnya pekerjaan Anda membentuk kepribadian Anda? Berikut beberapa dimensi menarik hubungan psikologi dengan perjalanan karir seseorang:
1. Dinamika Penghargaan Diri
Pekerjaan Anda tidak hanya mencerminkan diri Anda, tetapi juga membentuk harga diri Anda. Sebuah studi pada tahun 2021 yang diterbitkan di European Journal of Personality menjelaskan bagaimana kesuksesan atau kegagalan dalam ranah profesional terkait erat dengan dinamika harga diri, sehingga menciptakan siklus baik atau buruk.
Meningkatkan rasa percaya diri dan memulai siklus umpan balik positif, dapat memperkuat lebih dari pengalaman profesional tetapi juga menumbuhkan pribadi yang lebih percaya diri di berbagai bidang kehidupan.
2. Locus of Control
Stimulasi dari perjalanan karir dapat memicu perilaku proaktif dan keterbukaan terhadap pengalaman baru yang berakar pada locus of control seseorang.
Individu yang memiliki locus of control internal, cenderung merasa memiliki agensi atas peristiwa kehidupan, serta menunjukkan kepuasan kerja yang lebih tinggi. Fenomena ini menegaskan bagaimana karier mampu memperkuat agensi pribadi dan sikap proaktif yang menjadi dasar dari kendali atas takdir seseorang.
3. Hubungan dengan Kesehatan Mental
Faktor-faktor perjalanan karir secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan mental, akibat beban kerja, defisit otonomi, serta ketidakamanan kerja yang muncul sebagai pemicu stres yang kuat.
Disparitas gender lebih lanjut memperlihatkan kerentanan yang berbeda, dengan perempuan secara proporsional lebih terpengaruh oleh berbagai pemicu stres terkait pekerjaan.
Dinamika antara perjalan karir dan kondisi kesehatan mental menekankan pentingnya membudayakan lingkungan kerja yang mendukung dan inklusif.
4. Pengembangan Disiplin Diri

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
