
Hal yang perlu dilakukan ketika dikucilkan. /Sumber foto : Pexels/Keira Burton
JawaPos.com – Dikucilkan dari lingkungan sosial adalah pengalaman yang tak mengenakkan bagi seseorang.
Nahasnya, salah satu jenis bullying ini, merupakan masalah sosial yang hingga hari ini sulit dihindari.
Dikutip dari jurnal Social Influence pada Selasa (30/4), disebutkan bahwa pengucilan sendiri merupakan tindakan mengabaikan, menyisihkan, mengeluarkan bahwa mendiskriminasi seseorang dari kelompok sosial tertentu.
Hal ini juga merupakan salah satu taktik kontrol sosial yang merugikan salah satu pihak.
Tak heran, ketika mereka yang dirugikan atau yang dikucilkan cenderung akan berusaha seperti mengubah perilaku mereka agar dapat diterima kembali di lingkungan sosialnya.
Meskipun hal itu berarti menjadi sangat rentan terhadap pengaruh sosial.
Disebutkan juga dalam artikel jurnal tersebut bahwa pengucilan memiliki dampak yang buruk bagi para korban.
Mereka yang dikucilkan akan mengalami stres, marah, sedih, serta menurunkan tingkat rasa memiliki, harga diri, kontrol, dan makna keberadaan atau eksistensinya.
Baca Juga: Apa Penyebab Bullying? Ini Kata Ahli Psikologi Unair Surabaya, Simak Penjelasan Lengkapnya!
Lantas apa yang harus dilakukan ketika kita mengalami pengucilan? Hal apa saja yang perlu diperhatikan ketika kita mengalami pengalaman pahit ini?
Dilansir dari psychologytoday.com pada Selasa (30/4) disebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan ketika seseorang mengalami pengucilan.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah jangan menyepelekan perilaku pengucilan, alias anggaplah serius pengalaman tak menyenangkan itu. Ketika kita menyepelekan perilaku menyimpang ini, berarti secara tidak langsung kita telah menormalisasinya, atau sekurang-kurangnya mengabaikan sesuatu yang buruk.
Jangan sampai menganggap pengucilan adalah bahan candaan atau menganggapnya tidak ada. Pengucilan itu ada, dan itu sangat mendiskriminasi seseorang dari lingkungan sosialnya.
Ketika kita bukan menjadi korban, alias pihak ketika melihat tindakan pengucilan, kita tidak hanya harus melihat perspektif dari sang korban, melainkan juga kita perlu melihat perspektif dari sang pelaku.
Tujuannya adalah untuk mencari alasan mengapa seseorang dikucilkan, mengapa tindakan tak pantas itu dilakukan dan lain sebagainya. Dengan begitu, diharapkan terdapat titik terang dalam konflik sosial tersebut dan untuk mencegah terjadinya pengulangan tindakan tak baik tersebut.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
