Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 April 2024 | 17.30 WIB

Apa Penyebab Bullying? Ini Kata Ahli Psikologi Unair Surabaya, Simak Penjelasan Lengkapnya!

Penyebab Bullying menurut psikolog unair./Pexels/Keira Burton - Image

Penyebab Bullying menurut psikolog unair./Pexels/Keira Burton

JawaPos.com - Bullying, sebuah isu sosial yang merusak, kembali menjadi sorotan publik setelah beberapa insiden belakangan ini.

Menanggapi hal ini, Margaretha, pakar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menyoroti kasus bullying yang terus mencuat dipermukaan.

Dikutip dari unair.ac.id pada Minggu (7/4), bahwa menurut Margaretha, terdapat beberapa penyebab terjadinya bullying, mulai dari pelaku maupun korban.

Latar belakang pelaku

Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi seseorang berpotensi menjadi pelaku perundungan.

Untuk yang pertama adalah seseorang berpotensi menjadi pelaku ketika ia memiliki pengalaman kekerasan di rumah.

Sosialisasi secara tidak langsung dalam bentuk kekerasan yang dialami seseorang di rumah menciptakan individu yang beresiko menjadi pelaku perundungan.

“Jadi misalnya anak mengalami kekerasan di rumah. Apabila mereka tidak suka terhadap sesuatu, maka mereka akan memukul atau menggunakan kekerasan. Hal ini masuk dalam alam berpikirnya,” jelasnya.

Aspek interaksi sosial juga ikut andil menjadikan seseorang pelaku siksaan verbal. Misalnya, kedongkolan dengan teman sebaya.

Sedangkan secara internal individu, mereka yang menjadi pelaku perundungan cenderung merupakan orang yang gagap melerai permasalahan pribadinya.

“Selain itu, pelaku perundungan biasanya adalah orang yang kurang cakap menyelesaikan persoalan pribadi dan sosialnya, sehingga mereka menggunakan tindakan kekerasan sebagai cara yang sebenarnya tidak efektif, atau kekerasan sebagai pengalihan akibat tidak bisa menyelesaikan persoalan,” tambah Margaretha.

Korban yang resiko mengalami bullying

Adapun dari aspek korban perundungan, bahwa mereka yang cenderung menjadi sasaran merupakan individu yang sekurang-kurangnya dilihat dalam tiga hal.

Mulai dari mereka yang lemah dalam intergasi sosial, gagap dalam penyelesaian konflik, dan yang tak luput juga yakni mereka yang berkebutuhan khusus, seperti disabilitas.

Meskipun setiap orang berpotensi mengalami penganiayaan, namun resiko lebih tinggi terjadi pada mereka yang lemah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore