
Ilustrasi pasangan dengan komunikasi buruk./ Freepik
JawaPos.com – Kebanyakan orang akan merasa bingung dan stres ketika pernikahannya tak bisa diselamatkan. Namun, kadang hal tersebut justru menjadi keputusan terbaik.
Manusia pada umumnya, tidak menyukai perubahan. Itulah sebabnya memutuskan untuk berpisah membutuhkan waktu lama bagi seseorang untuk berpikir.
Menurut informasi yang disampaikan para psikologi dalam psychologytoday, Kamis (4/4), inilah tanda-tanda bahwa sebuah hubungan telah melewati titik tanpa harapan.
Pernikahan berada di ujung tanduk ketika terjadi gangguan total dalam komunikasi. Hal ini ditandai dengan tidak adanya lagi diskusi dua arah.
Masa genting itu muncuk ketika pasangan mulai defensif saat mendapat pertanyaan, lalu hal itu pun membuat Anda melawan atau bahkan tidak bisa melanjutkan sama sekali.
Setiap diskusi menjadi adu mulut atau saling membuka kesalahan. Biasanya, hal ini akan berakhir dengan salah satu pihak akan pergi begitu saja.
Penelitian menunjukkan bahwa pria lebih sering melakukan stonewalling. Namun bukan berarti wanita tidak melakukannya.
Pada akhirnya salah satu akan mengancam untuk mempersilakan pergi jika tidak bahagia. Maka, hubungan kandas dengan mudah.
Pakar perkawinan John Gottman membuat perbedaan yang baik antara keluhan dan kritik. Kritik berfokus pada masalah sedangkan keluhan hanya membidik kepada pribadi.
Jika pasangan berkata, "Saya khawatir tentang uang, dan saya pikir harus mengurangi sedikit pengeluaran," maka dia sedang mengkritik.
Tapi kondisi akan berbeda jika menggunakan kalimat, "Kamu menghabiskan terlalu banyak uang. Kamu benar-benar tidak bertanggung jawab," maka Anda hanya mengeluh dan tidak akan berguna.
Jika pernikahan Anda telah merosot sampai titik di mana setiap kesalahan akan disebut sebagai kekurangan, maka Anda berada jauh di wilayah negatif.
Beberapa orang berdalih sikap mengalah adalah untuk menjaga perdaiaman. Padahal, yang sebenarnya Anda lakukan adalah memperkuat putusnya komunikasi.
Ketika memilih untuk mengalah, seseorang sedang mencoba memilah perasaan pikiran. Tapi yang terjadi kadang terlalu lama sehingga mengarah pada penghindaran.
Pasangan yang tumbuh dalam rumah tangga yang toxic lebih sering mengambil sikap menghindar karena mereka ingin menghilangkan perasaan sakit dan malas berdebat.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
