
Ilustrasi: Bonding antara ibu dan anak jadi hal yang penting dalam perkembangan si kecil. (Istimewa)
JawaPos.com – Intuisi artinya perasaan mendalam ketika secara naluriah kamu mengetahui, bahwa sesuatu yang kamu lakukan itu benar atau salah. Selain itu, intuisi juga dapat diartikan saat kamu merasakan kebaikan atau ketakutan di wajah orang lain. Kamu tidak mengetahui alasan dari perasaan tersebut, itu hanya firasat.
Menurut ilmu psikologi, intuisi bukan perasaan yang logis, bukan juga magis. Otak bawah sadar mencoba mengenali, memproses, dan menggunakan pola berpikir berdasarkan pengalaman sebelumnya dan tebakan terbaik.
Psikolog percaya bahwa intuisi bergantung pada kekuatan pencocokan pola, karena pikiran mencari pengalaman yang disimpan dalam memori jangka panjang.
Melansir Parapuan, Sarah Blaffer Hrdy, Ph.D., seorang antropolog dan penulis Mother Nature: Maternal Instincts and How They Shape the Human Species, mengatakan bahwa intuisi itu dimulai dari rahim.
“Naik turunnya hormon kehamilan sewaktu mengandung anak, bersama dengan lonjakan oksitosin selama persalinan, membuat seorang ibu jadi lebih responsif," jelasnya.
Sebagai seorang ibu menjaga dan memastikan keamaan anak merupakan prioritas yang sangat penting. Tidak semua percaya tentang intuisi seorang ibu, terkadang dikaitkan dengan kecemasan semata. Bagaimana cara membedekan antara intuisi dengan perasaan cemas?
1. Mengenali Rasa Takut
Kita harus bisa mengenali rasa takut yang dirasakan, ada ketakutan yang nyata dan ketakutan yang tidak nyata. Misalnya, saat anda mencoba wahana terjung payung untuk pertama kalinya. Itu disebut membela diri atau berhatati-hati karena takut akan apa yang terjadi adalah perilaku yang masuk akal karena termasuk proteksi diri.
2. Kecemasan Timbul karena Adanya Reaksi Terhadap Ancaman yang Dirasakan
Kecemasan berkembang dari rasa takut, dan lebih sering daripada tidak merupakan reaksi terhadap ancaman yang dirasakan. Ini merupakan cara yang berlebihan untuk mencoba melindungi diri kita dari bahaya.
Terkadang kecemasan mencegah kita melakukan perilaku berisiko yang bisa berakhir dengan bahaya, itu menghentikan kita dari melakukan hal-hal karena ketakutan yang irasional.
Seperti yang dijelaskan oleh seorang penulis untuk Mind Body Green, "Kemampuan kita untuk mewujudkan sangat kuat sehingga jika kita percaya pada ketakutan kita, mereka menjadi kenyataan kita. Semakin sering ini terjadi, semakin banyak bukti yang kita kumpulkan dalam pikiran kita yang mendukung fakta bahwa kecemasan kita adalah kebenaran kita."
3. Kecemasan Datang dengan Gejala Fisik
Berbeda dengan intuisi, kecemasan datang dengan reaksi negatif, seperti keringat, sakit perut, panik, dan sulit untuk bernafas.
Pelatih pemberdayaan Elizabeth Kipp mengatakan, ketakutan adalah emosi yang membuat kita ingin lari, bersembunyi, dan tidak menghadapi kejadian negatif yang akan datang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
