
Ilustrasi Bekerja Remote (Freepik/benzoix)
JawaPos.com – Generasi millennial sering dicap sebagai generasi yang manja, bermasalah, malas, dan gagal dalam melakukan hal-hal dasar kehidupan mandiri.
Namun, apakah cap tersebut benar-benar adil dan akurat? Jika melihat lebih dekat, generasi millennial justru dinobatkan sebagai generasi paling pekerja keras tapi terjebak dalam budaya kerja yang tak sehat.
Mereka adalah generasi yang tumbuh di tengah krisis ekonomi, ketidakpastian politik, dan perubahan teknologi yang cepat.
Mereka juga dinilai sebagai generasi yang harus bersaing dengan generasi lain yang memiliki keunggulan dan kenyamanan yang berbeda.
Generasi milenial, yang lahir antara tahun 1981 dan 1996, sering dicap sebagai generasi yang lebih suka bersenang-senang daripada bekerja keras.
Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa generasi milenial sebenarnya adalah generasi paling pekerja keras seperti yang dilansir dari Independent.co.uk, Senin (29/1).
Penelitian tersebut dilakukan oleh YouGov, sebuah perusahaan riset pasar asal Inggris. Penelitian ini melibatkan 2.000 orang dari generasi milenial, generasi Z, dan baby boomer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi milenial bekerja rata-rata 40,2 jam per minggu. Angka ini lebih tinggi dari generasi Z yang bekerja rata-rata 37,8 jam per minggu dan baby boomer yang bekerja rata-rata 36,5 jam per minggu.
Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa generasi milenial lebih cenderung bekerja lembur daripada generasi Z dan baby boomer.
Sebanyak 54 persen generasi milenial mengatakan bahwa mereka bekerja lembur setidaknya sekali seminggu, dibandingkan dengan 45 persen generasi Z dan 38 persen baby boomer.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Generasi millennial sering merasa harus bekerja lebih keras dari generasi lain untuk mendapatkan penghargaan dan pengakuan. Mereka juga merasa harus selalu siap dan tersedia untuk bekerja, bahkan di luar jam kerja.
Mereka tidak jarang mengorbankan waktu istirahat, kesehatan, dan kehidupan sosial mereka demi menyelesaikan tugas-tugas yang tampaknya tak pernah habis.
Faktor lain yang mungkin menjelaskan hal ini adalah karena generasi milenial memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap pekerjaan mereka.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
