Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Januari 2024 | 13.14 WIB

Ternyata Warna 'Pink' Adalah Simbol untuk Pria Maskulin, Begini Faktanya!

Ilustrasi - Seorang pria sedang berdiri dan memakai kemeja./Pinterest - Image

Ilustrasi - Seorang pria sedang berdiri dan memakai kemeja./Pinterest

JawaPos.com - Sejak beberapa dekade terakhir, warna seolah digunakan untuk mewakili sebuah gender.
 
Biru adalah warna yang sering disimbolkan sebagai warna untuk pria. Sementara itu, pink adalah warna khusus wanita.
 
Di era ini, Pink dianggap sebagai warna yang melambangkan suasana romantis, feminism kuat, kepedulian serta aura kelemahlembutan. 
 
Oleh karenanya banyak yang berpikir bahwa Pink adalah warna yang cocok untuk perempuan.
 
Tidak jarang saat melihat seorang Ibu melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan, kedua anaknya diberi pakaian dengan warna yang berbeda. Biru untuk bayi laki-laki dan pink untuk bayi perempuan.
 
Hal tersebut dilakukan sebab saat masih bayi tentu sulit untuk mengidentifikasi jenis kelamin keduanya, oleh karena itu warna dari pakaian bisa membantu orang-orang di sekitarnya agar lebih mudah mengenali saat datang berkunjung.
 
Namun tahukah kamu bahwa di zaman dulu warna pink justru identik dengan pria?
 
 
Dilansir dari BUSINESS INSIDER, Minggu (28/1)seorang penulis, dosen dan pakar warna Gavin Evans mengungkapkan sebuah fakta tentang pembalikan warna pink dan biru dalam peran gender.
 
Pada awal abad ke-20 dan khususnya pada akhir abad ke-19, terdapat banyak orang yang memberi nasihat atau saran terkait penggunaan warna apa yang cocok untuk anak agar sesuai dengan jenis kelamin yang dimilikinya.
 
Pada saat itu disarankan kepada Ibu yang memiliki anak laki-laki untuk memberinya warna maskulin seperti pink jika ingin anaknya tumbuh maskulin.
 
Maskulin merupakan sebuah bentuk  kelakian terhadap laki-laki atau lebih sederhananya maskulin adalah atribut, prilaku dan peran yang menggambarkan bagaimana seorang laki-laki.
 
Sementara itu bagi perempuan dianjurkan memakai atribut warna biru supaya tumbuh menjadi seorang yang feminin. Sebab saat itu biru merupakan simbol feminin.
 
Feminin berarti kewanintaan. Kata ini merujuk pada sifat perempuan yang identik dengan kelembutan.
 
 
Namun menurut Gavin, banyak yang tidak mengikuti nasihat atau saran terkait warna dan gender tersebut. Meski demikian terdapat beberapa alasan untuk ini.
 
"Ini adalah nasihat yang banyak diabaikan dan ada beberapa alasan untuk ini," ungkapnya dilansir melalui BUSINESS INSIDER.
 
Gavin juga menambahkan bahwa di beberapa bagian Eropa, warna biru telah lama ditautkan sebagai warna yang feminin.
 
Hal tersebut dikarenakan warna biru dianggap sebagai warna pakaian perawan Maria.
 
Kemudian pink dipandang sebagai versi kekanak-kanakan dari warna merah maskulin. Jadi secara bertahap sudut pandang terkait warna pink mulai berubah.
 
Pada pertengahan abad ke-20 dan sekitar tahun 1950 terdapat kampanye iklan besar-bersaran oleh beberapa biro yang mengubah status warna merah muda atau pink.
 
Kondisi tersebut mendorong warna merah muda menjadi warna eksklusif feminin. Perubahan terjadi dengan begitu cepat.
 
Kondisi tersebut masih berlangsung hingga kini. Pink seperti sebuah warna yang dapat menyimbolkan karakter seorang gadis yang lemah lembut.
 
Meski demikian di era modern ini, tidak sulit juga menemukan pria memakai baju atau atribut warna merah muda, termasuk para Idol dari Korea Selatan.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore