
Ilustrasi: Pelayanan yang baik merupakan elemen penting dalam bisnis sektor logistik. (Istimewa)
JawaPos.com - Sektor logistik memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pengiriman barang. Apalagi pasca masa pandemi, tren belanja online semakin tumbuh di Indonesia, bahkan didukung dengan bertambahnya platform e-commerce.
Berkembangnya tren belanja online juga mempengaruhi frekuensi pengiriman barang oleh konsumen, menurut hasil riset dari Populix tahun 2023, frekuensi pengiriman logistik belanja online yang dilakukan oleh konsumen di Indonesia sekitar 2-3 kali dalam satu bulan.
Kondisi ini tentunya melatarbelakangi para pelaku industri pengiriman berupaya melakukan transformasi sebagai wujud memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen. Apalagi pada bisnis kargo, pelayanan semakin diperhatikan dari kurun waktu mengingat jumlah pengiriman dimuat merupakan barang dengan volume besar dan paket berjumlah banyak.
Muhammad Said Abdullah selaku Network Management Manager J&T Cargo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, setidaknya ada 3 hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan logistik di Indonesia dalam membangun pondasi pelayanan bagi konsumen.
Mulai dari operational process, adopsi teknologi, dan jaminan perlindungan.
"Kecepatan pengiriman barang menjadi poin pertama untuk memikat konsumen. Perusahaan logistik mulai melakukan ekspansi untuk membangun infrastruktur mereka baik warehouse dan penambahan jumlah armada untuk membantu proses pengiriman ke alamat tujuan," ujar Said.
Di samping itu, lanjutnya, penambahan jumlah cabang atau outlet juga menjadi langkah perusahaan logistik dalam memfasilitasi keterjangkauan pengiriman hingga ke pelosok daerah. "Meskipun tantangan terbesar industri logistik di Indonesia adalah kondisi geografis, namun setidaknya, optimalisasi infrastruktur dan jumlah armada menjadi peran penting dalam meminimalisir keterlambatan pengiriman barang," ujarnya.
Said melanjutkan, di era teknologi digital saat ini adopsi teknologi menjadi langkah yang tepat bagi pelaku industri logistik untuk mendukung dan mempermudah proses pengiriman barang ke konsumen. Menurut hasil riset dari Here, sekitar 46% perusahaan logistik Indonesia menggunakan perangkat lunak (IT) untuk pelacakan aset dan pemantauan pengiriman pada aset, pengiriman, dan kargo.
Menurut Said, pihaknya turut menginvestasikan teknologi dalam mendukung operasional mereka dengan sistem manajemen pelacakan barang (tracking).
"Selain sistem tracking, adopsi teknologi pada proses operasional industri logistik juga diterapkan untuk Pemantauan Aset (barang) pada Warehouse atau Gateway yang saat ini berjumlah 98 titik lokasi dan 3200 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia," katanya.
Said meneruskan, informasi produk dan jasa menjadi kebutuhan dasar konsumen yang tak kalah penting. Customer Service menjembatani kebutuhan customer terhadap pengiriman atau shipmentnya, seperti informasi dan status terkait pengiriman barang, komplain, claim, dan sebagainya.
Kualitas pelayanan customer diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang positif bagi pengalaman konsumen. Bahkan, beberapa perusahaan logistik di Indonesia mengombinasikan antara penggunaan IT untuk memenuhi kebutuhan informasi konsumen pada pengiriman barang selama 24 jam, seperti pemanfaatan platform social media dengan WhatsApp, serta auto responder notification.
"Di samping itu, pelayanan pada after-sales juga harus diperhatikan. Setiap perusahaan pengiriman barang perlu memberikan upaya terbaik mereka agar barang kiriman sampai ke tujuan dengan kondisi yang baik. Dalam hal ini, layanan Shipping Insurances atau Asuransi pada pengiriman Barang sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menjamin potensi kerusakan dan kehilangan selama proses pengiriman barang," katanya.
Penyediaan layanan Asuransi pada Barang juga turut menjadi faktor penting bagi konsumen untuk menilai aspek pelayanan, bahkan menentukan opsi pengiriman yang akan mereka gunakan.
"Jika kita lihat, ada jaminan asuransi dari beberapa perusahaan pengiriman atau logistik seperti menggunakan pengemasan standard, pengemasan khusus, asuransi kehilangan pada barang-barang yang memiliki potensi risiko tinggi saat proses pengiriman," katanya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
