Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 00.20 WIB

Kiat Mencegah Perselingkuhan bagi Pasangan yang Memegang Prinsip Monogami

Ilustrasi pasangan yang sedang berkencan di restoran. (pixabay/sasint) - Image

Ilustrasi pasangan yang sedang berkencan di restoran. (pixabay/sasint)

JawaPos.com - Kita tidak bisa memprediksi apakah kita akan menjadi korban perselingkuhan dalam suatu hubungan.

Namun ada strategi yang bisa diterapkan bersama pasangan untuk mencegah perselingkuhan.

Hal tersebut disampaikan oleh Lucia O'Sullivan, Profesor Psikologi di Universitas New Brunswick yang mempelajari tentang hubungan monogami.

Dikutip JawaPos.com dari Insider, Lucia O'Sullivan menjelaskan menurutnya ada tiga strategi yang berhasil digunakan oleh pasangan monogami untuk tetap setia

Teknik tersebut ia sebutkan dalam sebuah podcast berjudul "Seks dan Psikologi" yang dibawakan oleh peneliti seks Kinsey Institute, Justin Lehmiller.

Walaupun teknik itu bisa membantu, O'Sullivan mengatakan pasangan juga harus terbuka dan berdiskusi tentang bagaimana mereka mendefinisikan arti sebuah perselingkuhan.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa orang-orang biasanya tidak membahas apa arti "selingkuh" ketika mereka memasuki suatu hubungan baru.

Karena setiap orang mempunyai pendapat berbeda tentang apa yang dimaksud dengan perselingkuhan, hal tersebut kemudian menyebabkan miskomunikasi dan permasalahan dalam hubungan, kata O'Sullivan.

Untuk berhenti selingkuh, kita harus menghindari ketertarikan. Secara natural, manusia selalu dihadapkan pada seseorang yang dianggapnya menarik.

O'Sullivan mengatakan jika seseorang ingin menjadi monogami atau setia pada satu pasangan, mereka harus mencegah agar tidak bertindak berdasarkan naluri yang muncul.

Dia menyatakan bahwa pasangan yang memegang prinsip monogami cenderung menggunakan tiga taktik, yaitu:

1. Mereka fokus dan hanya kagum pada pasangannya, yang berarti secara konsisten selalu menjaga ikatan dalam hubungan melalui kencan dan bentuk keintiman lainnya.

2. Mereka fokus pada sifat-sifat negatif yang menjengkelkan ketika bertemu dengan seseorang yang dianggap menarik di luar hubungan mereka (bukan pasangan).

3. Mereka selalu memikirkan akibat dari perselingkuhan dan kerugian yang akan dialami jika mereka tidak setia.

Pada akhirnya, O'Sullivan menyimpulkan bahwa orang-orang yang mampu mengendalikan ketertarikannya pada orang-orang di luar hubungan mereka, cenderung tetap setia.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore