
Ilustrasi pasangan yang sedang berkencan di restoran. (pixabay/sasint)
JawaPos.com - Kita tidak bisa memprediksi apakah kita akan menjadi korban perselingkuhan dalam suatu hubungan.
Namun ada strategi yang bisa diterapkan bersama pasangan untuk mencegah perselingkuhan.
Hal tersebut disampaikan oleh Lucia O'Sullivan, Profesor Psikologi di Universitas New Brunswick yang mempelajari tentang hubungan monogami.
Dikutip JawaPos.com dari Insider, Lucia O'Sullivan menjelaskan menurutnya ada tiga strategi yang berhasil digunakan oleh pasangan monogami untuk tetap setia
Teknik tersebut ia sebutkan dalam sebuah podcast berjudul "Seks dan Psikologi" yang dibawakan oleh peneliti seks Kinsey Institute, Justin Lehmiller.
Walaupun teknik itu bisa membantu, O'Sullivan mengatakan pasangan juga harus terbuka dan berdiskusi tentang bagaimana mereka mendefinisikan arti sebuah perselingkuhan.
Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa orang-orang biasanya tidak membahas apa arti "selingkuh" ketika mereka memasuki suatu hubungan baru.
Karena setiap orang mempunyai pendapat berbeda tentang apa yang dimaksud dengan perselingkuhan, hal tersebut kemudian menyebabkan miskomunikasi dan permasalahan dalam hubungan, kata O'Sullivan.
Untuk berhenti selingkuh, kita harus menghindari ketertarikan. Secara natural, manusia selalu dihadapkan pada seseorang yang dianggapnya menarik.
O'Sullivan mengatakan jika seseorang ingin menjadi monogami atau setia pada satu pasangan, mereka harus mencegah agar tidak bertindak berdasarkan naluri yang muncul.
Dia menyatakan bahwa pasangan yang memegang prinsip monogami cenderung menggunakan tiga taktik, yaitu:
1. Mereka fokus dan hanya kagum pada pasangannya, yang berarti secara konsisten selalu menjaga ikatan dalam hubungan melalui kencan dan bentuk keintiman lainnya.
2. Mereka fokus pada sifat-sifat negatif yang menjengkelkan ketika bertemu dengan seseorang yang dianggap menarik di luar hubungan mereka (bukan pasangan).
3. Mereka selalu memikirkan akibat dari perselingkuhan dan kerugian yang akan dialami jika mereka tidak setia.
Pada akhirnya, O'Sullivan menyimpulkan bahwa orang-orang yang mampu mengendalikan ketertarikannya pada orang-orang di luar hubungan mereka, cenderung tetap setia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
