
Ilustrasi ketakutan.
JawaPos.com–Rasa takut merupakan hal yang lumrah yang dirasakan semua orang. Rasa takut meningkat ketika ada sesuatu yang berbahaya dari segi aspek, emosional, maupun psikologis.
Rasa takut umumnya dikonotasikan negatif, nyatanya rasa takut tidak selalu buruk. Rasa takut muncul dari bagian biologi manusia, seperti emosi dan kesedihan.
Dilansir The Healthy, rasa takut merupakan alarm yang baik dari tubuh karena adanya bahaya. Tanpa adanya rasa takut kita tidak akan hidup lama.
Hal itu karena kita tidak sadar dan tidak peduli terhadap ancaman yang datang. Baca terus artikel Ini untuk tahu alasan mengapa rasa takut itu baik bagi tubuh!
Ketika kamu merasa takut tapi kamu tetap melakukannya, artinya kamu keluar dari zona nyaman. Hal ini bukan hanya membuat kamu bertumbuh, tapi juga mudah menerima pengalaman baru.
Nantinya, saat kamu ceritakan kembali pengalaman itu kepada orang lain, kamu akan menghadirkan elemen sosial yaitu pengalaman menakutkan dan meningkatkan reseptor sosial di otak.
Kondisi tersebut bisa meningkatkan zat kimia perasaan senang di otak, yang membuat kamu semakin bahagia dan sebagai dorongan kamu di hari mendatang.
Ketakutan baik untuk sistem kekebalan tubuh kamu, tapi ketakutan ini yang bersifat sementara dan tidak berlarut-larut. Ketakutan menciptakan respons imun dalam tubuh. Bahkan ketakutan psikologis, seperti menonton film seram menyebabkan tubuh mengira dirinya terancam.
Hal itu menyebabkan sistem tubuh akan merespons dengan memberikan adrenalin pada tubuh, sama halnya seperti berolahraga.
Ketika kita memiliki rasa takut akan sesuatu dan kita bisa menaklukkannya, kita akan membuka peluang dalam hidup kita. Dengan menghadapi ketakutan dan menaklukkan rasa takut, kita bisa memiliki tujuan yang hendak dicapai.
Namun, jika kita tidak pernah melawan rasa takut itu, bisa saja kita kehilangan peluang emas yang ada di depan nanti. Rasa takut memiliki efek psikologis dalam melihat kehidupan melalui sudut pandang yang berbeda.
Saat takut akan tubuh melepaskan adrenalin ke dalam sistem tubuh, sehingga meningkatkan respons tubuh. Seperti detak jantung yang meningkat hingga berkeringat.
Namun, saat tubuh menyadari bahwa tidak ada ancaman, tubuh mulai rileks dari respons melawan. Otot menjadi tidak tegang, oksigen akan mengalir, darah akan dipenuhi oksigen dan mengalirkan ke seluruh tubuh. Kemudian otak akan melepaskan bahan kimia yang membuat kamu merasa nyaman, seperti endorphin yang meningkatkan suasana hati.
Seperti sedang berolahraga, ketika kamu merasa takut tubuh akan meningkatkan kemampuannya dan membantu menurunkan berat badan. Tapi tidak dengan secara signifikan.
Studi menunjukkan, ketika kamu merasa takut menyebabkan metabolisme meningkat dan menyebabkan lebih banyak kalori terbakar secara keseluruhan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
