Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 18.43 WIB

Belajar Bersama untuk Melewati Hari Tua Penuh Bahagia

Komunitas Ladies Study (LS) belajar beragam hal. Pada Jumat (28/7), bahas tentang kesehatan Healthy Living in Your Golden Age. - Image

Komunitas Ladies Study (LS) belajar beragam hal. Pada Jumat (28/7), bahas tentang kesehatan Healthy Living in Your Golden Age.

Komunitas Ladies Study Undang Dokter Spesialis dalam Talk Show Kesehatan

JawaPos.com–Sudah menjadi hal yang lumrah bagi para anggota Komunitas Ladies Study (LS) untuk belajar beragam hal saat bertemu. Mulai topik bahasan soal hukum, psikologi hingga filsafat.

Dalam pertemuan terakhir mereka pada Jumat (28/7), giliran topik mengenai kesehatan yang dibahas. Topiknya terbilang menarik dan sangat relate dengan mereka, yakni tentang Healthy Living in Your Golden Age

Talk show yang diadakan di XO Palace itu mendapuk dr Caesar Lagaliggo Givani SpPD sebagai pembicara utama. Dokter spesialis penyakit dalam lulusan Unair itu memberi penjelasan dengan gaya bertutur yang santai sekaligus jenaka. Namun sangat detail dan disampaikan dengan bahasa yang ringan sehingga mudah dipahami.

Tiga hal yang sangat ditekankan oleh dr Caesar adakah asupan, gaya hidup, dan olahraga. Dia menjelaskan, golden age merupakan terminologi yang secara umum merujuk pada usia 60 tahun ke atas atau usia senior. Pada usia tersebut badan, mental, dan psikis akan berubah. Oleh karena itu, penyakit yang datang tidak bisa disamakan dengan mereka yang muda.

”Ada beberapa perubahan alami yang harus dipahami memang lumrah terjadi di usia golden age. Karena memang akan terjadi penurunan fungsi-fungsi organ tubuh tertentu. Seperti otot dan tulang yang menjadi lebih kecil. Sehingga rapuh dan lebih mudah jatuh,” terang Caesar. 

Selain itu, menurut dia, fungsi pencernaan menjadi semakin melambat. Membuat makan tidak bisa banyak dan kerap BAB menjadi sulit. Organ-organ seperti jantung, liver, ginjal, juga akan mengalami penyesuaian.

”Pada usia senior, biasanya insomnia hingga mudah depresi dan demensia. Kita harus aware terhadap perubahan apa saja yang bisa terjadi pada diri kita di masa tua. Sehingga bisa dipersiapkan sejak muda,” ujar Caesar, dokter yang berpraktik di Prodia Jemursari dan RS Premier Surabaya itu. 

Dia menegaskan, olahraga adalah kebiasaan yang bisa meminimalisasi kerapuhan di hari tua. Sejak usia muda, paling tidak harus olahraga 150 menit setiap pekan. Campuran antara olahraga yang sifatnya kardiovaskular seperti jalan cepat, sepeda statis dan olahraga yang bersifat resistance training seperti latihan beban seminggu dua kali, masing-masing 30 menit untuk penguatan otot paha, betis. 

”Yang ada waktu, nge-gym saja. Olahraganya bisa disesuaikan. Seperti angkat barbel kan nggak harus 10 kilo. Bisa 1,5 atau 2 kilo. Push up nggak harus di lantai tapi bisa ditembok. Yang penting dilatih semua ototnya. Atau jalan di treadmill di rumah, sambil ngobrol sama rekan bisnis nggak terasa sudah selesai. Kalau nunggu keliling kompleks, nanti ibu nggak mulai-mulai jalannya," ucap Caesar. 

Mengenai asupan, dia mewanti-wanti untuk membatasi gula. ”Makan itu dinikmati, dibatasi, diimbangi. Misalnya makan cake, nggak usah satu cake dihabiskan. Sekadar buat tombo pengen saja. Makan pelan-pelan sambil dinikmati. Terapkan prinsip untuk menjadi tua dengan berkualitas dan bahagia,” tutur Caesar.

Meminimalisasi Depresi dan Demensia di Usia Senja

Talk show juga menyinggung soal depresi dan demensia yang memang lebih rentan terjadi di usia senior. Caesar menegaskan, kebahagiaan seseorang tidak tersangkut dengan kondisi ekonomi. Namun lebih pada mindset dan attitude sehari-hari. Bagaimana bisa mensyukuri yang sudah dilewati. Fokus pada hal- hal positif. Tidak hidup di masa lalu dan masa depan. 

”Karena orang tua itu sering kali memikirkan hari depan yang tidak bisa dikontrol sehingga penuh kecemasan dan kekhawatiran. Nikmati dan syukuri yang ada sekarang. Tetap stay active dan berkumpul dengan circle yang positif sekaligus suportif,” ujar Caesar. 

Hal itu diaminkan Psikolog Astrid Wiratna yang didapuk sebagai moderator.

”Dalam psikologi, kami mempercayai bahwa attitude itu memengaruhi seseorang untuk lebih awet muda di usia tuanya. Selalu punya mindset yang optimistis adalah salah satu attitude baik. Bertemu dan berteman dengan teman-teman komunitas yang positif juga menjadikan kita lebih bahagia. Jadi, ayo kita tetap aktif, sehat dan semangat. Jangan berpikir tua, merasa tua atau bertindak seolah-olah sudah sangat tua,” ujar Astrid.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore