
Photo
JawaPos.com - Pasangan pengantin baru Maudy Ayunda dan Jesse Choi mengunggah foto saat mereka mengenakan busana adat Jawa. Gaya Maudy mengenakan kemben kemudian Jesse Choi mengenakan beskap yang membuat penampilan mereka bernuansa klasik.
Jesse Choi yang merupakan pria berdarah Korea Selatan-AS bergaya Nusantara dengan busana daerah. Begitu juga Maudy Ayunda yang terlihat ayu dengan kain wastra Nusantara. Ada sentuhan desainer Didiet Maulana di balik busana mereka. Kepada JawaPos.com, Rabu (8/6), Didiet menceritakan proses Maudy dan Jesse memilih kain itu. "Kain Maudy saya yang pakaikan tanpa jahitan. Kain kemben dan kain jarit," katanya.
Menurutnya kain-kain itu sudah melewati proses riset sejak 2012. Karena itulah, saat dikontak Maudy, ia langsung menyatakan kesiapannya. "Jadi pas dikontak langsung siap. Pakai kain-kain antik dan kain koleksi. Maudy dan Jesse menyerahkan sepenuhnya ke saya," jelasnya.
Menurut Didiet, gaya mereka memakai wastra Nusantara dengan gaya dodot dan kemben. "Maudy hanya ingin pakai dodot katanya. Saya bikinkan ide tampilan dodot kuno zaman dahulu dengan kombinasi wastra," katanya.
Koleksi tersebut juga diunggah ke akun Instagram masing-masing baik Didiet Maulana dan juga Maudy Ayunda. Berikut penjelasan Didiet Maulana dalam media sosialnya.
Kembali Ke Akar
Didiet menyatakan, tampilan klasik untuk pasangan pengantin, Maudy dan Jesse, dibalut sebuah tampilan fresh yang terinspirasi dari busana klasik yang kerap dipakai oleh masyarakat Jawa di era 1800-an hingga awal 1900-an.
Kain kemben klasik buatan tahun 1930 berpadu dengan kain motif bunga prada emas buatan tahun 1960 membalut tubuh semampai Maudy. Perempuan yang dikenal sebagai aktris dan penyanyi itu juga mengenakan aksesori rambut klasik dengan bros antik dari era 1800-an. Dan uniknya memakai ikat pinggang dari tenun Sumba.
Jesse memakai kemeja dengan beskap berwarna tanah dengan ikat pinggang dari tenun Tanimbar, dengan pending emas antik. Jesse memakai batik motif Udan Liris, perlambang rejeki dan berkah.
Menanggapi hal itu, Maudy Ayunda juga menjelaskan bahwa kain itu menjadi simbol perpaduan antara 2 budaya yakni Indonesia dan Korea Selatan yang merupakan asal dari negara suaminya. Ditambah juga dengan nuansa kontemporer. "A fusion of Javanese, Korean, Contemporary," jelas Maudy Ayunda. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
